PAST PIECES

PAST PIECES

  • WpView
    Reads 555
  • WpVote
    Votes 322
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Mon, Nov 26, 2018
"Emang songong banget tuh cowo,udah gitu ga ada senyum-senyumnya lagi,datar beneerr udah kaya jalan tol.Dasar artefak prasejarah!" gerutu Fira kesal. Shafira Salma Kalista gadis cantik blasteran Prancis dan Bandung ini memiliki postur tubuh bak model papan atas yang tinggi dan ramping.Rambut lurus sepinggang berwarna dark coklat,bibir tipis yang berwarna pink alami,lensa mata berwarna biru safir,dan hidung yang mancung.Fira memiliki kebiasaan yang unik,yaitu jika ia sedang memikirkan sesuatu,tanpa sadar ia akan mengucapkannya sampai dirinya kadang malu sendiri jika ketahuan. *** "Dia tak pernah berubah,masih seperti Rara kecilku" Gumam Devan didalam hati Altair Devano Gustaff si dingin yang sangat irit bicara,kecuali hanya sepatah dua patah kata saja yang hanya dikeluarkan.Devan memiliki wajah terpahat dengan sempurna bak dewa yunani,dengan rahang yang tegas,mata setajam elang,alis tebal dan perawakkannya yang tinggi dan tegap.Devan adalah MOST WANTED di SMA Tunas Bangsa,karena selain tampan ia merupakan anak yang berprestasi.Semenjak cinta pertamanya kembali,kehidupan Devan mulai berubah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • DEVAN ALVIANO [SELESAI✔]
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • BarraKilla
  • Devano (Tamat)
  • DEVEN [SELESAI]
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • Arlan (Selesai Dirombak)
  • RAISA
  • ALSTARAN [END]

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

More details
WpActionLinkContent Guidelines