Buku Buku Ayah

Buku Buku Ayah

  • WpView
    Reads 459
  • WpVote
    Votes 116
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Wed, Nov 28, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Tapi pak di buku-buku itu banyak sejarahnya, banyak kenangannya. Buku- buku itu mengingatkan aku pada tulisan pertamaku waktu taman kanak-kanak hingga aku sebesar ini." Kata ayah sambil menahan tangis " Tapi-" "Ga ada tapi-tapi an Arion. Sekarang juga kamu cari dimana buku-buku itu sebelum dijual ke orang lain!" Kata ayahnya sambil emosi. ~Ada kalanya semua jawaban berada dibalik lembar terakhir~ Ayah
All Rights Reserved
#182
arion
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • NESTAPA [On Going]
  • Home
  • Mom, Why Do You Hate Me? [END]
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Kumpulan Cerpen
  • When A Son Lives without Father
  • Mengharapkan Pelangi (Antologi)

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines