Ruang Sendiri

Ruang Sendiri

  • WpView
    Membaca 4,008
  • WpVote
    Vote 289
  • WpPart
    Bab 31
WpMetadataReadDewasaLengkap Sab, Mei 25, 2019
"terkadang rasa harus di ungkapan dengan kata kata. "
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • KARSA DALANG
  • Trapped in a Psycopathic Novel
  • Perfect Antagonist (on going)
  • MORGAN
  • Transmigrated as the Villainous Omega Prince [ END ]
  • REBIRTH : ADELIA [AGRIENT STORY KE-2]✔️
  • Perfect Mom, Perfect Wife
  • (TAMAT) Antaia: Let's run away child, from the cruel king!
  • SERAPHINA : I'am The Villainess, So What?

"Di atas kelir, ia adalah penguasa napas bagi setiap raga kayu yang ia gerakkan. Namun di hadapan Iyan, mantra-mantranya luluh lantak tak bersisa." Raden sudah terbiasa memikul beban tradisi dan jampi-jampi sakral sebagai 'Raden' bagi jagat Padjajaran. Baginya, cinta hanyalah interupsi yang tak masuk dalam skenario Bah Ajat. Sampai sosok Iyan-pemuda yang enam tahun lebih muda darinya-datang dan mengacaukan seluruh frekuensi hatinya. Demi memikat sang pujaan hati yang ia panggil 'Fiyana', Raden rela menaruh seluruh reputasi dan keningratannya di atas meja taruhan. Tak peduli seberapa berat kutukan tradisi yang harus ia angkut di punggungnya, atau seberapa tajam persyaratan Bah Ajat yang menanti di depan mata. Bagi Raden, membiarkan Iyan tetap tersenyum adalah satu-satunya lakon yang harus berakhir bahagia. Karena di balik aroma kemenyan dan suara gamelan yang megah, ada sebuah sumpah yang ia bisikkan dalam sastra: Bahwa raganya adalah tameng, dan cintanya adalah takdir yang tak akan ia lepaskan. #Mpreg #bxb Bahasa Sunda (22 maret)

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan