Hidup bertahun-tahun di sebuah menara tanpa teman, mirip seperti Rapunzel yang sedang dikurung oleh penyihir. Bedanya, Aislinn tidak terkurung---ia masih bebas berjalan ke mana pun, dan ia hanyalah putri yang dihindari semua orang. Semua, kecuali pangeran mahkota yang entah bagaimana jatuh hati padanya---saudaranya sendiri.
Aislinn bermata kuning keemasan dan rambutnya hitam legam; ia adalah keturunan terakhir wrach yang berada di Aletva, sebuah kerajaan berjaya di benua Thero. Wrach merupakan kaum penyihir terkuat yang dikatakan dapat mengobati berbagai penyakit berat dan mematikan; juga memiliki paras yang terlampau memikat.
Saat usia Aislinn menginjak tahun ke-17 kelahirannya, ia didatangi oleh seekor kucing hitam ajaib yang dapat berbicara. Sejak saat itu, fakta dan kebenaran masa lalu yang terpendam mulai tersingkap dan jati dirinya yang asli terkuak. Ia harus segera pergi dari istana tempat ia dibesarkan atau ia akan berakhir dipenggal oleh sang raja.
Mampukah Aislinn menerima kenyataan mengenai dirinya dan keluarganya? Apakah pangeran yang telah jatuh hati padanya akan mengulangi kesalahan masa lalu yang sama?
Pelariannya membuka banyak tabir baru, membuka buku yang telah lama berdebu.
------------------------
Fantasy - Romance.
Cielrose_ (c) 2018
Dunia akan berakhir dalam satu dasawarsa. Setelah kutukan dewata mencabut ingatan akan sihir mahaguna lima tahun lalu, selanjutnya sihir itu sendiri yang akan direnggut dari jiwa manusia, menyisakan raga tak bernyawa akibat dosa yang bahkan tak diingat siapa-siapa.
Rheas tidak peduli.
Dia penyihir--yang disebut liar dan wajar untuk dimutilasi sampai mati demi menemukan kembali rahasia sihir. Rheas beruntung tubuhnya masih utuh karena hukumannya hanyalah mengabdi pada seorang pangeran penuh air mata bertemankan seorang kesatria separuh nyawa. Bertiga, merekalah anak-anak laknat yang tak diinginkan dunia di ambang kiamat. Semua begitu sempurna dan sederhana.
Sampai kedua pemuda itu diramalkan untuk mati sebagai persembahan kutukan.
Oh, andaikata seisi dunia adalah harga untuk keselamatan kedua sahabatnya, Rheas akan membayarnya dengan senang hati, tetapi harga yang sebenarnya adalah keharusan menyelamatkan dunia itu sendiri--yang tidak dipedulikan Rheas sama sekali.
Berpura-pura peduli bukan masalah berarti, atau Rheas saja yang belum menyadari.
Kepalsuan itu akan membutakannya dari kutukan yang lebih keji, yang telah lama menanti.
Yang akan membunuh sesuatu di dalam dirinya sekali lagi.
[Book 1 of Somethingness Duology]
[QuietUs (2022) Rewrite]