Complicated

Complicated

  • WpView
    Reads 6,173
  • WpVote
    Votes 265
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 25, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Awalnya hidupnya sangat tenang, seperti es didalam musim salju. Tidak ada yang menggangu. Sampai seorang asing datang didekatku dan berhenti sejenak. Tapi ia mulai merakit sebuah tenda, mencari kayu bakar, dan membuat tungku. Aku mulai terganggu karena itu. Teman-teman disekitar tungku itu sudah teriak minta tolong sampai tidak terdengar lagi suara teriakkan mereka. Dan ia mulai berjalan kearahku sambil membawa sebuah teko. Dan dimasukkannya lah aku kedalam teko itu, sampai aku mulai merasakan tubuhku mulai panas, semakin panas, dan akhirnya meleleh. Dari air yang beku dengan suhu 0° sampai menjadi air didih dengan suhu 100° Tak sampai situ, aku dituang kedalam wadah yang lebih kecil. Lalu aku dicampur dengan sesuatu yang pahit, tanpa rasa manis sedikit pun. Sekarang aku mulai memasuki wilayah yang gelap, bersama si pahit. Aku dan di pahit berjalan bersama melalui suatu yang berlendir, rasa asam, dan zat lainnya. Sampai disuatu titik, si pahit mulai diserap oleh dinding2 disekitar kami. Tapi entah kenapa, aku masih tetap disini, dan sekarang keadaan sangat hening. Sampai aku merasakan guncangan kembali, yang membuatku terbangun dari tidur. Perlahan bergerak, bergerak, bergerak. Dan aku terjatuh disuatu tempat entah dimana. Namun sepertinya aku aman disini. Dan perlahan aku menjadi es kembali.
All Rights Reserved
#4
maletomale
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kuas,Cat dan Cinta
  • Frozen
  • RINDU | SOOKAI
  • Claddagh
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Jika Cinta Dia [VKOOK]
  • MY ANTAGONIST WIFE - Taekook [BxB]
  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • AGREEMENT S1 (Taekook/Vkook) END by FujoHere8

Aku bertemu degannya lagi. Ini sudah lama sekali, cukup lama untuk membuatku canggung untuk menyapanya. Sepuluh tahun yang lalu, aku gadis berkucir dua, dia anak yang berkaca mata. Sepuluh tahun yang lalu, aku adalah orang yang tidak memperhatikan wajahnya dengan teliti dan sekarang aku menyadari bahwa dia adalah pemuda yang tampan dengan mata yang menarik di balik kaca matanya itu. "Hallo !!" sapaku padanya. Dia menatapku dengan kening berkerut. Aku menjadi lebih canggung lagi karena dia tidak mengenaliku. Aku bukan gadis menarik, aku juga bukan gadis yang pandai mengawali pembicaraan ataupun mengakhirinya. Kalaupun dia mengenali aku, mungkin dia akan pura-pura lupa. "Hallo !" balasnya kemudian dengan senyum yang canggung. "Apa kau masih mengingatku ?" tanyaku dengan tatapan menyelidik ke arahnya. Hujan sore ini menahan dia, aku dan beberapa orang lainnya di depan toko yang tidak kutemukan papan namanya. Aku pindah dari kota ini ke luar negeri sepuluh tahun yang lalu tapi sekarang aku kembali dan temanku tidak mengenaliku lagi. "Kau siapa ?" dia balik bertanya dengan nada yang canggung ke arahku. Sudah kuduga, dia lupa tentangku. Aku menatap sekeliling, aku pasti akan terlihat sangat lucu sekarang. "Aku bukan siapa-siapa, lupakan saja" jawabku dengan santai lalu kuakhiri dengan senyum kecil. Aku lebih suka cara ini, aku tidak akan memaksakan seorang yang tidak lagi mengingatku untuk mengenalimu. Aku lebih butuh seseorang yang akan mengatakan hallo bersamaan denganku karena itu berarti kami saling mengingat. Aku menatap ke langit lagi, hujannya masih belum berhenti tapi aku menjadi orang yang pertama meninggalkan tempat ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines