Dear, Masa Lalu // Renjun

Dear, Masa Lalu // Renjun

  • WpView
    Reads 1,872
  • WpVote
    Votes 179
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 30, 2021
Dear, Masa Lalu Jika diibaratkan sebagai musim, pergantian dari musim dingin ke musim semi lah saat yang cocok untuk penggambaran. Dari sebuah kehidupan bergaris horizontal menjadi sebuah gelombang yang memiliki spektrum tinggi. Dari sebuah kebisuan yang didasari ke apatisan hingga akhirnya menjadi kepedulian yang jika tak disuarakan pun, aku maupun kamu bisa saling memahami. Aku akui, Tidak ada yang bisa melakukannya, terkecuali kamu. Sayangnya, kita sama-sama terlena dengan diam. Tak mampu melawan ruang suara yang meneriakkan berbagai bentuk pertanyaan. Tenggelam dalam perdebatan diri yang pada akhirnya berujung menjadi sebuah asumsi. Melahirkan sosok sok tahu yang sebenarnya menjadi alat bunuh diri. Baik aku maupun kamu berhenti pada titik yang sama. Berperan menjadi si tak apa namun menahan perih luar biasa. Tapi, ini bukan soal menyakitkannya masa lalu. Bukan juga soal penggalian asa yang terkubur pada saat itu. Melainkan tentang bahagianya masa-masa pertemuan itu. Jika semesta berkenan untuk kembali mempertemukan, aku percaya bahwa pada saat itulah kita sama-sama telah mengikhlaskan hal-hal terdahulu. Ikhlas dalam artian telah menjadi bagian pendewasaan diri, yang membawa kita menjadi sosok yang lebih baik dari versi yang lalu. Oleh karena itu, Jika ada yang bertanya: adakah hal yang disesalkan dari masa lalu? Jawabannya tidak ada. Karena ia bukan hanya sekedar pernah atau pun singgah. Ia, bukan hanya sekedar masa lalu. ***
All Rights Reserved
#46
rantau
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Dimas [TAMAT]
  • F A T E |NA Jaemin|
  • Arshaka Heizen Lergan
  • Our Life
  • SQUAD TO SIBLINGS {END} ✓
  • Dua cangkir satu Meja
  • GEVRONZ
  • Broken melodies

[Upload sehari sekali. Bisa seminggu sekali juga] Direvisi kalau sudah end. Baca dulu sebelum ada tambahan. Terimakasih "Dimas, kamu tahu kenapa bapak selalu bilang untuk saling menjaga satu sama lain? Karena beliau pernah kehilangan orang yang berharga dalam hidupnya. Orang yang mencintai bapak namun tak terbalaskan hatinya. Maka dari itu, setiap ada waktu sela setidaknya aku atau kamu saling kasih kabar. Bukan karena ada status diantara kita, tapi ini udah komitmen dari awal kan?" Note: cerita murni dari isi Nana, tokoh diambil berdasarkan isi hati karena kecocokan dengan alur jalannya cerita. Jadilah pembaca yang bijak dengan TIDAK membawa tokoh ke dunia nyata. Terimakasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines