Dear, Masa Lalu // Renjun

Dear, Masa Lalu // Renjun

  • WpView
    Reads 1,856
  • WpVote
    Votes 179
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 30, 2021
Dear, Masa Lalu Jika diibaratkan sebagai musim, pergantian dari musim dingin ke musim semi lah saat yang cocok untuk penggambaran. Dari sebuah kehidupan bergaris horizontal menjadi sebuah gelombang yang memiliki spektrum tinggi. Dari sebuah kebisuan yang didasari ke apatisan hingga akhirnya menjadi kepedulian yang jika tak disuarakan pun, aku maupun kamu bisa saling memahami. Aku akui, Tidak ada yang bisa melakukannya, terkecuali kamu. Sayangnya, kita sama-sama terlena dengan diam. Tak mampu melawan ruang suara yang meneriakkan berbagai bentuk pertanyaan. Tenggelam dalam perdebatan diri yang pada akhirnya berujung menjadi sebuah asumsi. Melahirkan sosok sok tahu yang sebenarnya menjadi alat bunuh diri. Baik aku maupun kamu berhenti pada titik yang sama. Berperan menjadi si tak apa namun menahan perih luar biasa. Tapi, ini bukan soal menyakitkannya masa lalu. Bukan juga soal penggalian asa yang terkubur pada saat itu. Melainkan tentang bahagianya masa-masa pertemuan itu. Jika semesta berkenan untuk kembali mempertemukan, aku percaya bahwa pada saat itulah kita sama-sama telah mengikhlaskan hal-hal terdahulu. Ikhlas dalam artian telah menjadi bagian pendewasaan diri, yang membawa kita menjadi sosok yang lebih baik dari versi yang lalu. Oleh karena itu, Jika ada yang bertanya: adakah hal yang disesalkan dari masa lalu? Jawabannya tidak ada. Karena ia bukan hanya sekedar pernah atau pun singgah. Ia, bukan hanya sekedar masa lalu. ***
All Rights Reserved
#686
bandung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Broken melodies
  • MAHENDRA (TERBIT)
  • 2.LAST RAIN [ You're the only one ]✔ Lee Jeno
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • Empty | 00L NCT Dream
  • GEVRONZ
  • SQUAD TO SIBLINGS {END} ✓
  • Our Life

Kepada siapa kami harus bercerita? Pada Bapak dan Ibu yang sibuk menata masa depan, atau pada dunia yang tak pernah benar-benar mendengar? Pada akhirnya, kami hanya punya satu sama lain, meski seringkali tak tahu cara berbagi beban. Ini tentang kami- Tentang pertemanan yang tak selalu sempurna, tentang kata-kata yang tak selalu terucap, tentang luka yang ditutupi tawa, dan tentang bahu yang tetap ada saat semuanya terasa berat. Kami berjalan, meski arah sering kabur. Kami tertawa, meski ada yang ingin ditangisi. Kami bertahan, bukan karena kuat, tapi karena kami tak ingin menyerah sendirian. Hello, everyone! Ini aku buat sebagai bentuk perpisahan... maybe? Gak tahu juga, yang jelas aku cuma ingin menulis sesuatu yang bisa jadi kenangan tentang masa SMA. Diharapkan keaktifan pembaca untuk vote dan komentar, ya! Biar cerita ini makin hidup, aku butuh pendapat kalian semua. Ini murni dari pikiranku sendiri, no plagiarisme! Jadi, setiap kata yang kalian baca adalah hasil dari ingatan, pengalaman, dan imajinasi yang aku tuangkan. Bantu target 20K, dong! Let's make this story worth remembering. ✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines