"Persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu, persahabatan bagai kepompong...." -Jean Atma Siregar
"Berisik lu Jean" -Agus Tsuganda
"Ya biarin lah gus, namanya juga orang batak, bagus itu suara dia" -Jamil Riyadi
"Boleh ngakak? muka lu udah serem gitu bang, tau gua dia ganggu tidur lu" -Tamara Ginanjar
"Makanan datang yuhuuu" -Keizaro Juan Santoso
"Mantappp, bapak Juan traktir kita lagi" -Hendra Pangestu
"Guys Ada yang liat sepatu converse merah gua?? kok ngilang" -Putra Joni Widjaya
Mereka semua memperhatikan satu sama lain, saling lirik, dan menatap Tama, seperti berkomunikasi dalam diam, agar Tama menjelaskannya.
Utta alias Putra seperti tau maksud sahabatnya.
"Wahhh gue tauuu, woyyy Tama lu mau kemanaa woyyy, itu anjing lu bawa kaburr sepatu gua lagi, woyy YEONTANN!!!"
"Jen lariii" Gio menarik tangan Jeno mereka berlari tanpa arah bahkan Gio meninggalkan Motor sport nya di pinggir jalan. Mereka memasuki pemukiman warga dan terus berlari sesekali Gio menatap kebelakang memastikan orang-orang itu masih mengejar atau tidak.
"Kejar mereka jangan sampe lolos"
"Jen lo lari ke kerumunan warga yang di sana terus minta tolong gue bakal ngalihin mereka" ujar Gio mengatur napasnya
"Lo gila tar lo kenapa-napa kita bareng aja" Jeno tak menyetujui saran dari Gio
"Udah buruan, ohiya kalo gue kenapa-napa bilangin kalo gue yang ganteng ini sayang banget sama nyokap bokap gue terus bilangin juga gue sayang banget sama bang Anta. Lo pergi buruan" usir Gio, dan Jeno berlari secepat mungkin untuk meminta bantuan.
"Sialan si Gio lagi genting begini masih aja becanda" gumam Jeno
Pernah Peringkat
#1 in mengikhlaskan
#2 in pembohong
# 12 in kenangan
#33 in leehaechan