My Dimples

My Dimples

  • WpView
    Membaca 642,139
  • WpVote
    Vote 41,898
  • WpPart
    Bab 56
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jul 3, 2021
"Kak~" rengek seorang gadis bermata bulat. "Hm?" gumam seorang pemuda. "Jangan liatin, malu" cicit gadis itu, sedangkan pemuda didepannya malah tersenyum. Manis sekali. "Kak Rangga~" rengek gadis itu lagi. "Apa Ara sayang?" Rangga mencubit pipi gadis itu gemas. "Jangan senyum, baper" ucap Ara dengan polosnya. Rangga tergelak, semakin menguyel uyel pipi tembam itu. Astaga, rasanya Rangga gemas sekali sampai sampai ingin mengantonginya untuk dibawa pulang. [PART ACAK. TAPI LENGKAP KOK] *** Cuma cerita remahan tentang cowok kutub yang cair oleh seorang gadis yang pemalu, bukan! Lebih tepatnya malu malu tapi malu maluin, maybe? Jalan ceritanya juga minim konflik. Tapi bukan berarti nggak ada ya-. Ikutin terus alurnya. Karena nggak semua cerita harus happy melulu. Penasaran, simak aja kuy. 🙃😁
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#195
rizky
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • JAM 3 SORE
  • Rannia√
  • Bad Boy Erlangga
  • ON SIGHT (Completed)
  • Still You (Completed)
  • Rangga Sasya
  • COMPLICATED
  • RANGGA PUTRA
  • Only You [Slow Update]
  • KESAYANGAN RAKHA

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan