Mon Sentiment

Mon Sentiment

  • WpView
    Reads 175
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 16, 2021
Aku, tak pernah menyangka, yang akan menjadi cinta pertama ku adalah dia. Dia si lelaki bodoh yang tidak pernah peduli dengan keberadaan ku di dunia ini. Sungguh, mencintai seseorang yang tidak peduli akan keberadaan ku itu sangatlah rumit. Dan menyakitkan. Aku sering bertanya-tanya pada diriku sendiri, dari mana dan sejak kapan perasaan ini tumbuh. Namun sayangnya, aku pun tidak tahu harus menjawab apa. Sejauh ini, yang aku rasakan mungkin tak jauh berbeda dengan mengambil permata di dasar jutaan jarum. Ya sakit sekali. Dalam milyaran manusia di dalam bumi ini, adakah seseorang yang bisa mengajari ku caranya melupakan cinta pertama? Jika ada, aku benar-benar sedang membutuhkannya sekarang.
All Rights Reserved
#443
hyunjin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Membalut Luka Pembrontak (FK)
  • Unsteady (FirstKhaotung) ✔️
  • I Told the Moon about You
  • Irreplaceable First Love
  • Dream? (FIRSTKHAOTUNG) ✔️
  • Everlasting [End][✔]
  • Broken Glass (FirstKhaotung) ✔️
  • Conversation about First Love
  • Send My Love
  • KARMA (FirstKhaotung) ✔️

MEMBALUT LUKA PEMBERONTAK (FIRSTKHAO) BL | Drama | Romantis | Misteri Keluarga Di desa sunyi tempat ia melarikan diri, Khao menemukan sosok First-pria pendiam, penuh luka, dan suka bertarung. Awalnya saling bentrok, namun perlahan... mereka saling mengobati. Tapi segalanya berubah saat identitas asli Khao terungkap. Ia bukan hanya anak konglomerat-ia dijodohkan dengan putri dari pria yang ternyata... adalah ayah kandung First. Cinta mereka diuji oleh darah, warisan, dan rahasia masa lalu. Apakah mereka cukup kuat untuk tetap memilih satu sama lain? Ikuti terus ceritanya ya, Terima Kasih 🙏

More details
WpActionLinkContent Guidelines