-TERSUDUT -

-TERSUDUT -

  • WpView
    Reads 124
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 10, 2019
WpInfo
Poetry
"Saat masalah, musuh , kesakitan, kekecewaan mengelilingi mu cobalah mundur satu langkah , lompati mereka semua, bila memang tidak bisa bergerak , cobalah untuk diam ketika diam mu tertindas, tiada yang paham apa yang kamu rasakan , menangislah untuk sesaat lalu tersenyumlah ,bilang pada dirimu belum saat nya untuk berakhir , duduk lah dalam runcingan sudut itu ambil beberapa pena dan secarik kertas , biarkan emosi ,perasaan semuanya tertuang dalam barisan kata-kata." ^Puisi yang mengutik pada banyak konsep kehidupan. ^kata kata yang tidak sekedar pajangan semata.
All Rights Reserved
#2
kritikan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • di akhir perang
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Merangkai Kata
  • Cinta Tak Terbatas Waktu (On Going)
  • BRIGAR
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • PROSA
  • About My Poem
  • Sasmita Nivriti
  • Kau Puisi

" untuk mu agama mu, Dan untuk ku agama ku ( al kafirun ayat 6 ) kamu boleh mencintainya, Tapi jangan ambil dia dari tuhan nya ( korintus 6:14-15) ~ pada masanya, seseorang akan pergi dengan sendirinya. Dan pada waktunya, seseorang akan datang dengan rencana nya. kita berada di antara doa dan harapan. bertemu dalam persimpangan takdir, kita hanyalah hasil dari kesengajaan yang di ciptakan semesta. kau dan aku, dua insan yang tengah menjalin cinta namun terjebak dalam jurang pemisah paling bahaya. antara adzan yang berkumandang dan lonceng yang berdentang. antara kiblat yang tentukan arahku pulang dan salib yang membuat mu tenang. antara manisnya syahadat dan dahsyatnya syafaat. antara hitungan tasbih dan kalungan rosairo. ini bukan lagi perihal cinta tapi keyakinan tidak ada yang bisa berjalan mulus setelah ini. kita hanya akan menjadi penghianat entah aku yang meninggalkan Allah ku atau kamu yang meninggalkan Tuhan mu. kita hanyalah luka yang tertunda semakin lama mungkin akan semakin sulit untuk di redam, tolong ingat kali ini bukan takdir yang jahat tapi kita yang terlalu menentang akal sehat. biarlah kita menjadi sebuah kenangan yang akan ku simpan dengan benar. dari kamu aku belajar bahwa mengiklaskan adalah cara terbaik dari mencintai, tak apa setidaknya aku pernah membuat mu tertawa,pernah bebagi kisah juga pernah menjalani hari yang sulit untuk di lupakan. terkadang ada beberapa hal yang tidak bisa kita miliki tapi setidaknya bisa menjadi kenangan yang akan abadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines