Menunggu Pukul 13:00

Menunggu Pukul 13:00

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 5, 2018
Menunggu. Aku pandai dalam hal menunggu dan pasti akan menunggu, yg aku takutkan adalah kenyataan bahwa ketika suatu hari nanti aku tdk harus menunggumu lagi. Menunggu sama halnya dengan menatikan pukul 13 di jam dinding, Yg dimana harus menantiakn sakitnya detik demi detik yang ku lalui yang harus menerima kenyataan bahwa ketika pukul 12 berlalu, dan waktu yg ku habiskan untuk menunggu datangx pukul 13 akan sia sia karena jarum jam dinding hanya akan kembali ke pukul 1 Penyesalan Itu hanya buat mereka yg menunggu namun tdk ingin hasil yg mengecewakan, Namun berbeda halnya dengn diriku, aku menunggu meski itu tidak jelas apa hasilnya. Karna entah mengapa hanya dengan menunggumu saja aku sudah merasa sangat bahagia. Meski banyak hal yg ku habiskan hanya untuk menunggu setidaknya aku mengerti arti sabar. Karna orang yang berjalan lebih lambat akan melalui lebih banyauk hal, melihat lebih banyak hal dan merasakan lbih banyak hal. Seperti halnya siang dan malam mereka di takdirkan berpasangan namun tdk untuk bersma. Namun beebeda hal dengan kita Fajar dan Senja meski banyak perbedaan namun ketika takdir Allah yg berbicara semuanya pasti akan terjadi.
All Rights Reserved
#72
48
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARIESKA || Sweet Family [ ✓ ]
  • Nadi Akhir Luka
  • AKU PANTAS
  • Rindu rumah [END]
  • Take me Back.
  • Senja merindu fajar
  • Fajar & Senja
  • DUNIA FLORA
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||

kisah tentang keluarga yang harus melawan kerasnya kehidupan. Pertengkaran, kebohongan, penghianatan, kekecewaan yang harus mereka lewati. Hidup itu tidak abadi. Ada saatnya kita akan merasakan kebahagiaan, dan ada juga saatnya kita akan merasakan kehancuran. Itu sudah takdir tuhan, dan kita tidak bisa menolaknya. Mereka hanya bisa berharap semua nya selesai. Benar benar selesai, terlebih lagi diriku, iya aku. Aku adalah saksi bodoh yang menyaksikan kehancuran keluarga ini. "Kayak yang pernah orang bilang, Sekuat apapun lo menjaga apa yang pergi, itu akan tetap pergi. Dan sekuat apapun lo menolak apa yang datang, itu akan tetap datang. Jadi ga ada alasan lo bertahan dengan memaksakan takdir"

More details
WpActionLinkContent Guidelines