Story cover for Azzahra by ohpcyy__
Azzahra
  • WpView
    Reads 222
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 222
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published Nov 27, 2018
Mata coklat terang nya selalu menatap lurus kedepan saat gadis yang memiliki nama "azzahra khoirun nisa" berjalan di lorong kampus, dia terlalu cuek untuk memperhatikan keadaan sekitar nya terlebih deadline tugas kampusnya juga harus segera ia selesaikan. 

Lorong kampus yang zahra lewati, memaksa ingatannya untuk kembali ke masa lalu saat dirinya berada di titik lemah seorang diri, saat kekecewaan dan kesedian mendatanginya secara bersamaan, tak ada satu orang pun yg menguatkan nya. 

Hingga senyum cerah yang bertengger di bibir merah muda zahra perlahan hilang digantikan dengan wajah datar dan dingin tanpa ada nya senyuman diwajah nya. 

Hingga sebuah mimpi yang bisa sedikit demi sedikit mengubah hidup zahra menjadi lebi baik. Apakah isi mimpi yg mengubah hidup zahra lebih baik?
All Rights Reserved
Sign up to add Azzahra to your library and receive updates
or
#107religius
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Cinta Ikhlas cover
Belajar Mengikhlaskan  cover
MAHABBAH RINDU cover
Hafizhah [sudah terbit] cover
Hafira Hijrah (End)  cover
Aku Layak Untukmu (Completed) cover
Relationship Goals [REVISI] cover
Insya Allah, KUAT - END - cover
Hijaber Girl and Bad Boy✔[Sudah Terbit] cover

Cinta Ikhlas

43 parts Complete

Pertemuan pertama mereka terjadi secara tidak sengaja. Ade, seorang pemuda yang sederhana dan religius, menemukan sebuah buku yang tertinggal di sebuah taman. Beberapa hari kemudian, di tempat dan posisi yang sama, ia kembali menemukan sebuah tasbih, lalu di hari berikutnya sebuah gelang. Ketiganya ternyata milik perempuan yang sama-Desi, seorang mahasiswi cerdas dan santun. Saat Desi kembali ke taman untuk mengambil gelangnya, ia terkejut melihat buku miliknya sedang dibaca oleh Ade. Pertemuan singkat itu membuka percakapan pertama mereka. Meski terkesan dingin, Desi meninggalkan kesan mendalam bagi Ade. Takdir terus mempertemukan mereka, mulai dari pertemuan tak sengaja di lampu merah hingga obrolan ringan di taman masjid. Namun Desi menjaga jarak dan memberi syarat, jika Ade sungguh ingin mengenalnya, ia harus menemui ayahnya langsung. Bagi Desi, cinta bukan sekadar rasa, tapi tentang adab dan restu.