Determinasi

Determinasi

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 3, 2018
Dinar membuka pesan whatsapp dari Nala. Sebuah foto pengumuman kontes menulis dengan tema kisah hijrah paling menggugah. Dinar tersenyum. Meski kini Nala jauh darinya namun sahabat yang ia kenal 6 tahun lalu itu masih mengingatnya. Dinar nyalakan laptopnya. Menarikan jarinya di atas keyboard. Bercengkrama dengan sunyi lewat kata hati. Mengungkap apa yang selama ini belum tersingkap. Bukan ingin memamerkan keburukannya di masa lalu. Namun hanya ingin memberi motivasi bagi muslimah di luar sana yang ragu akan hijrah. Hanya karena rasa tidak percaya diri akan masa lalu. Merasa tak pantas untuk bahagia. Lembar baru ada bagi tiap manusia. Itu yang Dinar percayai. Karena kisah manusia bukan hanya selembar kertas. Namun sebuku. Biarkanlah lembar yang telah kacau. Penuh coretan hitam. Dan catatan dengan tinta merah. Lembar baru yang ia miliki berhak ia jadikan sebagai awal yang baru. Itulah kebahagiaannya. Tanpa Dinar sadari setetes bening menganak sungai di pipinya. Ia angkat kaca mata anti radiasi yang tadi bertengger di hidungnya. Menghapus jejak beningnya. "Umma kok nangis?" Zhufa, putri kecilnya menghampirinya. Tangannya mengucek mata. "Zhufa, putri sholiha umma kok bangun?" "Karena denger umma nangis? Siapa yang jahat?" Dinar tersenyum. "Ga ada yang jahat, Sayang. Zhufa tidur lagi yah!" Dinar menggendong putri kecilnya kembali ke ranjang. Dinar tahu. Semuanya pasti ada hikmahnya. Dinar terkenang semuanya. "Bagaimana kabar kesayanganku?" _Kelana Ardhillah_
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Love Story In Friendship [End]
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Takdir (Bukan) Pilihan
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • Merindukan mu dalam diam [Revisi]
  • Imam untuk Gladysa✓
  • SEGITIGA CINTA

[Bila Berkenan Follow Dulu Ya Sebelum Membaca] Romance-Spiritual . . Gadis berparas ayu dengan senyum yang selalu merekah bak matahari, ya dia adalah syanum wardatul arsy. gadis yang memiliki kisah cinta dalam diam di masa Smanya. terungkapnya rasa membuat keduanya saling mengikat janji dan meyakininya sebagai tauhid cinta keduanya. Rasa yang tumbuh di antara keduanya itu semakin membelenggu seakan tak bisa dilepaskan lagi, tanpa sadar waktu terus membawa mereka ke dalam arus yang semakin deras hingga menghanyutkan keduanya dan lalai akan ketetapan sang pemilik cinta. Sakitnya penghianatan membuat syanum tersadar betapa lalainya dia selama ini dgn tertatih ia berusaha bangkit dan kembali kepangkuan sang pemilik cinta. "Syan! Saya masih cinta sama kamu," ucap laki-laki itu tanpa basa-basi lagi. Seketika jantung Syanum kembali berpacu. Dadanya terasa sesak, wajah gugup sudah tak bisa ia sembunyikan. "Kak! Ingat Kakak sudah menjadi suami Syifa. Gak baik kalau Kakak terus seperti ini," potong Syanum yang semakin geram bila mengingat kata-kata Rifai barusan. "Tapi saya benar-benar masih mencintai kamu, Syan!" ulang Rifai kembali dengan wajah yang tertunduk. "Maaf, Kak, Syan harus pergi," ucap Syanum kembali dan membimbing kakinya untuk segera meninggalkan tempat itu. "Syan, saya mau kamu yang menjadi makmum saya," potong laki-laki itu. Namun apakah cinta di masa lalu itu akan selalu membayanginya? akankah masa lalu itu yang akan menjadi pelngkap imannya atau ada sosok lain yang menjadi imam dan pelengkap imannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines