Teror Mimpi

Teror Mimpi

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 5, 2018
Bukan kisah Horor apalagi kisah cinta anak Sma yang menye-menye. Bukan. Ini tentang Perjuangan Seorang Gadis yang jatuh bangun untuk meraih mimpinya. Tentang Juang yang sering kali mengutuk hatinya untuk menyerah. Meniti kehidupan hanya untuk Kebanggaan Sang ibu dan keluarga. Namun, ditengah giatnya ia berjuang, ia harus kehilangan sang ibu . " Dunia kejam. Bahkan aku belum sempat memberi seluruh dunia ku untuknya, Kenapa Tuhan tak mengkasihani seluruh juang yang selalu ku perjuangkan, Ibu. aku ingin ikut bersamamu. " Hatinya hancur berkeping, Impiannya hilang begitu saja. Namun, akankah semua berhenti sampai sini? " I'll be there for you. Nada "
All Rights Reserved
#30
sangpemimpi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Adiba
  • Merajut Mimpi Dengan Seutas Tali
  • STELLA (On Going)
  • Impian Dalam Mimpi [Tamat]
  • Saat mimpi, menjadi rumah. (END & TERBIT)
  • MAHABBAH [SELESAI]
  • Dream
  • Rainbow
  • Lelah Tapi Harus Kuat
  • IMPIAN (TAMAT)
Adiba

Adiba Shakila Atmarini. Mempunyai banyak kisah motivasi didalam hidupnya. Tentang gadis piatu yang ditinggalkan ibunda tercinta sewaktu melahirkannya ke dunia. Tentang gadis berjilbab yang mengejar cita-citanya menjadi seorang dokter. Lalu tentang Abrisam yang dulunya menyukai dunia pesantren, tiba-tiba menjadi laki-laki yang tidak bermoral. Tentang Nizam, lelaki Sholeh yang memilih menyimpan rasa seperti Ali kepada Fatimah. Kita tidak pernah tau bagaimana takdir seseorang, yang terpenting ikhtiar dan diselingi dengan doa. Hidup akan terasa lebih mudah, bila dijalankan dengan rasa syukur. " Apa yang membuat kamu masih mencintainya?" " Bukan seperti itu pertanyaan yang seharusnya. Yang benar itu, apa yang membuat Allah masih mencintai aku sebagai makhluknya?" "Kamu terlalu baik." "Allah yang terlalu baik sama aku." Dia bungkam!

More details
WpActionLinkContent Guidelines