Permen Karet

Permen Karet

  • WpView
    Reads 332
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 7, 2020
Permen karet memiliki arti tersendiri bagi April. "Setiap hal manis dari kehidupan selalu sementara. Yang abadi adalah kepahitannya. Oleh karena itu kita harus mengunyah permen karet yang baru. Itulah siklus kehidupan" Setelah sekian lama, melalui guru sejarah, garis waktu menyatukan mereka kembali. Takdir mereka sepertinya belum berubah. Namun, siapa menyangka garis waktu yang seharusnya terus kedepan juga menarik masa lalu kehadapan mereka. Seperti halnya permen karet, canda dan tawa itu hanya sebentar, rasa hambar dan pahit menemui mereka sekali lagi. Namun rasa pahit ini berasal dari permen karet yang lain. Permen karet dimasa lalu. Bisakah Aka, April, dan Irfan menghadapinya sekali lagi dan merubah takdir mereka.
All Rights Reserved
#51
damai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I AM YOURS    [ TAMAT ]
  • Silent Scars | Orine
  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Kamu Milikku
  • Triangle 2
  • 「 Our Life 」
  • From Four To Trio
  • 74/366

Raski tak pernah menyangka bahwa sebuah ajakan sederhana dari sahabatnya, Alfa, akan menjadi awal dari kisah yang menggugah hatinya. Semua berawal dari ajakan nonton film horor bareng teman-teman kampus-kegiatan biasa yang berubah menjadi momen luar biasa. Gugup, malu, tapi diam-diam berharap. Duduk bersebelahan dengan Dwi, gadis yang baru dikenalnya, membuat perasaan Raski berkecamuk. Dari genggaman tangan tak sengaja di bioskop, hingga tawa bersama di dalam photo booth, perlahan-lahan jarak di antara mereka memudar. Namun, apakah semua ini hanya perasaan sesaat? Atau mungkinkah ini awal dari kisah yang sebenarnya? Dalam dunia yang serba cepat dan penuh kejutan, Raski belajar bahwa cinta tak selalu hadir dalam bentuk megah. Kadang, ia datang dari percakapan canggung, tawa kecil, dan detik-detik sederhana yang bermakna. Karena ketika hati mulai bicara, tak ada lagi yang bisa disembunyikan. Dan Raski pun mulai menyadari... mungkin, dia memang telah menjadi milik Dwi-sepenuhnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines