Permen Karet

Permen Karet

  • WpView
    Reads 332
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 7, 2020
Permen karet memiliki arti tersendiri bagi April. "Setiap hal manis dari kehidupan selalu sementara. Yang abadi adalah kepahitannya. Oleh karena itu kita harus mengunyah permen karet yang baru. Itulah siklus kehidupan" Setelah sekian lama, melalui guru sejarah, garis waktu menyatukan mereka kembali. Takdir mereka sepertinya belum berubah. Namun, siapa menyangka garis waktu yang seharusnya terus kedepan juga menarik masa lalu kehadapan mereka. Seperti halnya permen karet, canda dan tawa itu hanya sebentar, rasa hambar dan pahit menemui mereka sekali lagi. Namun rasa pahit ini berasal dari permen karet yang lain. Permen karet dimasa lalu. Bisakah Aka, April, dan Irfan menghadapinya sekali lagi dan merubah takdir mereka.
All Rights Reserved
#79
damai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Light Far in Sight
  • Stranger | Orine
  • A Hundred Days Closer [On Going]
  • 「 Our Life 」
  • 74/366
  • Silent Scars | Orine
  • I AM YOURS    [ TAMAT ]

[TAMAT - Genre : Horror, Drama, Slice of Life] Seorang ayah terpisah dari putra semata wayang. Baru belasan tahun setelahnya sang putra menyadari hal itu. Karto hanyalah seorang pemuda yang polos dan hidup dalam keluarga sederhana. Suatu hari dia tanpa sengaja bertemu seorang bapak pendiam yang terlihat murung dan lemah. Ada desiran hebat antara keduanya seolah memberi pertanda. Karto belum menyadari saat itu. Namun berbeda dengan sang bapak, Ardi namanya. Dia merasa menemukan pelita hidupnya yang hilang, mengingatkan pemuda itu akan putranya yang lama hilang. Orang itu tidak bisa berhenti memikirkan pemuda itu sejak pertemuan tak terduga itu. Perlahan waktu dan tempat mengungkap fakta tersembunyi, terlepas mereka berdua punya dinamika kehidupan masing-masing. Karto mengetahui sisi lain dari kedua orang tua yang selama ini mengasuh dirinya sejak kecil. Ia juga bertemu dan bicara langsung dengan bapak Ardi, mengisi jiwa hampa bapak itu setelah ditinggal orang tercinta. Pelita hidup bapak itu bergerak menggapai, hampir menyentuhnya. Hingga sesuatu mengacaukan kesempatan itu berkat sebuah buku simpanan milik Ardi, buku pembawa kesialan, buku pengacau kehidupan, mengira buku itu adalah petunjuk jalan menempuh sepak terjang hidup yang merana. Pelita terang yang tampak di kejauhan hilang dalam sekejap, terlepas hingga orang itu jatuh ke dasar jurang kehidupan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines