cinta terhalang hubungan darah

cinta terhalang hubungan darah

  • WpView
    LECTURES 32
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadTerminé dim., déc. 2, 2018
entah apa yang terjadi aku pun tak mengetahui apa yang ku rasakan sekarang aku bisa mencintai saudara sepupu ku sendiri bingung bimbang dan harus bagaimana harus menyikapi nya .. tetapi aku sayang dan susah untuk melepas nya ntah sampai kapan aku harus begini menghadapi rintangan yang sulit dan keadaan yang begitu sulit untuk bertemu dan ngobrol berdua .. lingkungan keluarga yang tak mau menerima membuat jiwaku tertekan seakan ku tak mau lagi berjumpa dengan laki laki lain dan berkenalan dengan laki laki lain hati ku hancur tak berarah karna ku susah menerima keadaan.. namun ku berusaha tegar dan kuat berusaha senyum terhadap orang tua mu meskipun sakit ini sulit untuk kuhilangkan setelah kita dipaksa mengakhiri hubungan ini aku tak mampu ak tak bisa menahan nya aku pun ingin menangis menemui mu walaupun sampai sekarang tak pernah terwujud .. hati ini hancur berkeping keping ntah sampai kapan tuhan memuwujudkan keinginan ku buat bersama dengan mu bukan berjauh jauhan .... Cerita next coming soon menanti keajaiban bella dan dika
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • You're Here, But Not For Me
  • Full Of Scratches
  • Meaning Of Love (End)
  • Kamu [SELESAI]✔
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Remaja
  • Terjebak Diwaktu Yang Sama
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Antara Jarak Dan Waktu

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu