PILU (pilihan luna)

PILU (pilihan luna)

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 14, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Luna Larasati seorang gadis yang lembut dan ramah.namun, hati nya dingin kepada semua pria. Semua itu dikarenakan dia hanya memiliki satu pria yang dicintainya. Namun, pria itu sudah meninggalkannya untuk selamanya. Bukannya dia tidak tertarik ke pada pria lain. Hanya saja belum ada pria yang dapat membuka gembok dari hati nya. Hingga dia kenal dengan dua pria. Geno raffi rasyid, lelaki yang berwibawa dan baru dikenal luna. Tetapi, lelaki itu sudah jatuh cinta kepada luna dari awal pertemuan mereka. Dino rafka rasyid, lelaki yang suka menggoda dan menggangu luna. Dino melakukan itu karena dino merasakan hal berbeda didalam hatinya setelah bertemu luna. Dua lelaki kembar yang mencintai satu wanita. Lalu, siapa kah yang akan dipilih wanita itu? ~silahkan baca kelanjutan ceritanya
All Rights Reserved
#9
ceritahijrah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALUNA
  • Mahligai Cinta Firdaus (Tamat)
  • LaRa Universe | Tiga Hati, Satu Rumah
  • Not your Typical favorit story -
  • MISTAKE
  • Takdirmu Adalah Dendamku
  • LAURA & DEVANO
ALUNA

Cinta, kadang tak meminta untuk dimiliki. Ia hanya ingin ada, hidup, dan tumbuh, meski tak pernah berbalas. Aluna tahu betul bagaimana rasanya mencintai seseorang dalam diam. Ia tahu seberapa besar rasa itu tumbuh dalam hatinya-tulus, dalam, dan tak bersyarat. Ia mencintainya sepenuh hati, namun tak pernah sekalipun berharap untuk menggenggamnya. Sebab sejak awal, cinta itu ditakdirkan untuk tidak dimiliki. Dalam sunyi, Aluna menyimpan rasa itu. Ia tak pernah mengganggu langkahnya, tak pernah menuntut lebih dari sekadar bisa melihatnya bahagia. Dan saat takdir berkata laki-laki itu akan berjalan bersama orang lain, bukan dirinya, Aluna tidak menyalahkan semesta. Ia hanya menunduk, tersenyum pahit, lalu berdoa-semoga lelaki itu menemukan kebahagiaan yang paling layak, meski bukan bersamanya. Melalui musim-musim yang berganti, Aluna tumbuh bersama luka dan ketegaran. Ia belajar bahwa merelakan bukan berarti kalah. Ia percaya, cinta tak pernah sia-sia jika dijalani dengan hati yang ikhlas. Karena pada akhirnya, ia tetap bersyukur-bersyukur pernah mencintai dengan seutuhnya, meski hanya dalam diam, meski harus melepas tanpa pernah menggenggam. Aluna adalah cerita tentang ketulusan, pengorbanan, dan kekuatan doa. Sebuah kisah yang menegaskan bahwa cinta sejati tak selalu berujung pada kebersamaan, tapi bisa hidup abadi dalam doa yang diam-diam dipanjatkan setiap malam. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines