We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Train To Brussel

Train To Brussel

  • WpView
    Reads 1,699
  • WpVote
    Votes 106
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 10, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Hai, masih ingat aku kan?" Elen mendongakkan kepalanya, seorang pria yang agak gondrong dan membawa ransel berdiri di dekat kursinya. "Iya aku.." Elen diam dan memalingkan mukanya ke arah jendela memandang keluar. "Aku yang pernah kamu campakkan.." Elen tak kunjung menjawab ...dikeluarkannya smartphonenya. "Aku tahu kamu tak akan melupakan aku, aku yang telah mengambil keperawananmu.." Elang langsung mengambil tempat duduk disamping Elen yang baru naik kereta dari Holland Spoor ke Brussels yang kira-kira memerlukan waktu hampir dua jam. Oh shit!!! Kenapa pula harus bertemu dengan lelaki ini disini?? Lelaki masa lalunya yang tidak ingin dia temui di dunia ini..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Married The Enemy : [END] Rebirth From Hell
  • Siang Di Akhir Malam - The End
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • jangan percaya seseorang
  • [END] Perfect Present From the Past
  • Because of You (Sequel The Sacrifice of Love)
  • [END] Pregnant With My Childhood Friend

Dalam hidup ini, Qiao Ren hanya menyesalkan satu hal, memilih pria itu, Zhao Lishi. Dia yang jatuh cinta, pada akhirnya harus kehilangan segalanya bahkan kebebasan. Di akhir nafasnya, dia hanya berharap mampu kembali ke awal, dan merubah semua hal, sumber penderitaan. Tetapi, itu mustahil bukan. Sayangnya, Tuhan benar-benar memberinya kesempatan untuk kembali. Dia tiba pada masa awal sebelum semuanya terjadi. Jadi Qiao Ren berusaha berubah, menjauh dan memperbaiki dirinya. Dan hebatnya, Tuhan memberinya gangguan, fhobia sentuhan. Semua yang menyentuhnya akan membuat mual, kecuali satu orang. "Ji Guozhen." Qiao Ren menjerit dalam hati, "jika Zhao Lishi merupakan iblis maka Tuan Muda ini adalah iblis besarnya." Musuh bebuyutan. Tuan Muda Ji, "honey, you're pregnant?" "Omong kosong!" -- Peringatan! Konten bxb, harap kesadaran diri dan kebijakan pembaca. Ini bukan terjemahan, jadi maaf kalau kurang memuaskan, oke. Homophobic, tolong jangan buka cerita ini, oke. Bye bye, RheaXan¹ disini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines