Story cover for DUBIUS by NisaFernanda1
DUBIUS
  • WpView
    Reads 239
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 12
  • WpView
    Reads 239
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 12
Ongoing, First published Nov 30, 2018
"Bintang, bolehkah aku menjadi lebih dari sahabatmu?"
"Bolehkah aku selalu di sisimu?"
"Bolehkah aku menjadi yang pertama di hatimu?"

Dubius adalah padanan kata dari Problematis. 
cerita ini akan membawa kamu kembali pada masa putih abu abu, bagaimana saat itu banyak sekali kisah kasih senang sedih yang akan terlewati

bukan hanya akan menceritakan kisah si tokoh utama namun di cerita ini kalian akan mengetahui sudut pandang lainya.

di mulai dari kisah persahabatan Duma dan Bintang yang hampir retak karena kedatangan orang ke tiga dan kisah lika liku masa masa di SMA. Perpisahan yang tak terduga karena sebuah kata terpaksa, akankah semesta mengizinkan mereka bersatu?

DUmaBIntangUS
All Rights Reserved
Sign up to add DUBIUS to your library and receive updates
or
#17lampau
Content Guidelines
You may also like
Don't Talk About Money by catheryn99
55 parts Complete
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
You may also like
Slide 1 of 9
Terlalu Malas Jatuh Cinta ✓ cover
Antara Aku, Kau dan Dia  {TERBIT} cover
Asmara Putih Abu-abu [ON GOING] cover
ALLE | PERJODOHAN SMA (END)✔️ cover
DIARY CINTA Calista cover
Don't Talk About Money cover
Putih Abu Abu (END)  cover
Dari Benci jadi Cinta || arasweetstrawberry ✔ cover
Antara Cinta Dan Gengsi  cover

Terlalu Malas Jatuh Cinta ✓

34 parts Complete

Agaknya, jatuh cinta itu menyenangkan. Tapi bagaimana dengan Lea? Rasanya jatuh cinta adalah hal yang mustahil. "Aku lebih banyak membenci daripada mencintai," - Lea Bukan kisah badgirl, goodgirl, badboy, ataupun goodboy. Bukan juga kisah pangeran bertemu upik abu. Lea adalah gadis yang bersikap savage dan konyol pada tempat dan waktu yang tepat. Bertemu dengan Ben, pemuda yang pernah ia cari dan ia pikir hanya ilusi. Rupanya, Ben benar-benar ada. Tapi entah kenapa, dia menghilang dan tiba-tiba muncul lagi setelah ia berada di SMA tahun kedua. Tokoh benar-benar manusiawi dan memiliki kekurangan dan berusaha untuk mereka tutupi. Saya tidak bisa mengatakan bahwa ini adalah cerita yang menakjubkan. Mungkin ini cerita klise, hanya kisah seorang remaja yang berusaha melewati hari-hari yang berubah seperti cuaca. Terkadang mendung, terkadang juga cerah disertai perasaan hampa dan kebingungan. [Bahasa baku]