All in Memories [Prosa dan Novel]

All in Memories [Prosa dan Novel]

  • WpView
    Reads 512
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 9, 2019
#9- Poerty (05/09/19) Menulis dan menyandingkanmu dalam luka adalah sebuah caraku memaafkan segala kelakuan yang merusak waras hingga tak dapat terkendalikan. Beruntungnya, Tuhan mengizinkanku untuk berbaik hati dan menjaga diri hanya dengan mampu menyampaikannya melalui aksara yang sedikit berantakan ini. Setidaknya akan sedikit lega, daripada jerit dan berontak protes perihal luka yang membuatku semakin gila. Selamat menikmati, tapi aku tak tanggung jawab jika setelahnya kau sakit jiwa. Eh, haha. Tidak, aku bercanda. Semoga menemukan sensasi yang berbeda dari sebuah kisah-kisah yang tidak seperti biasanya.
All Rights Reserved
#17
writingmarathon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Aksara Tak Bertuan
  • Kata Terpendam
  • KITA
  • TAKDIR
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • PROSA
  • P E R N A H
  • Ich Liebe Mama! ✓ [END]
  • Rangkaian Kata 2 (Completed)

"Semelelahkan apapun hidup, tolong jangan mati di tangan sendiri." ______________________ "Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab bagaimana mungkin ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/2

More details
WpActionLinkContent Guidelines