All in Memories [Prosa dan Novel]

All in Memories [Prosa dan Novel]

  • WpView
    LECTURAS 513
  • WpVote
    Votos 57
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, nov 9, 2019
#9- Poerty (05/09/19) Menulis dan menyandingkanmu dalam luka adalah sebuah caraku memaafkan segala kelakuan yang merusak waras hingga tak dapat terkendalikan. Beruntungnya, Tuhan mengizinkanku untuk berbaik hati dan menjaga diri hanya dengan mampu menyampaikannya melalui aksara yang sedikit berantakan ini. Setidaknya akan sedikit lega, daripada jerit dan berontak protes perihal luka yang membuatku semakin gila. Selamat menikmati, tapi aku tak tanggung jawab jika setelahnya kau sakit jiwa. Eh, haha. Tidak, aku bercanda. Semoga menemukan sensasi yang berbeda dari sebuah kisah-kisah yang tidak seperti biasanya.
Todos los derechos reservados
#74
poerty
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Still The Same
  • KUMPULAN PUISI
  • Just Words
  • Aksara Tak Bertuan
  • Kata Terpendam
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • Pernah Patah
  • Rangkaian Kata 2 (Completed)
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri

WARNING!! Adults Only! Terdapat banyak kata-kata kasar dan adegan kekerasan! Mohon bijaklah memilih bacaan. ** Ketika kau dikhianati oleh dua orang yang kau percaya sekaligus, orang yang dipercaya sebagai cinta pertamamu dan seseorang yang kau yakini sebagai cinta terakhirmu. Ketika aku yakin cinta adalah hal yang paling sempurna di dunia karena menghadirkan keluarga bahagia untukku dan adikku. Tapi kenyataan menamparku dengan keras saat tahu pria yang paling aku cintai dan hormati yang seharusnya ku panggil ayah memilih wanita lain dan meninggalkan ibuku, aku dan adikku dalam kehancuran. Kami dikhianati dan dibohongi. Dan ketika semua itu belum cukup menghancurkanku. Seorang lagi yang aku anggap akan ada di sampingku selamanya dan menopangku juga melakukan hal yang sama. Dia memilih bersama anak wanita penghancur rumah tangga orang tuaku, dan meninggalkanku. Di sana lah aku merasa asing dan melihat dunia seperti bahagia berperang menghianatiku. Yang ku tahu setelahnya tidak ada yang namanya cinta, itu hanya ilusi yang diciptakan manusia untuk menciptakan dunia penuh sandiwara. Kenyataan hanya obsesi dan napsu yang berkuasa. Kalau pun cinta ada, itu hanya dimiliki oleh mereka yang lemah. Dan, Aku? aku memilih untuk tidak menjadi lemah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido