dimension

dimension

  • WpView
    Reads 18,737
  • WpVote
    Votes 3,351
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadComplete Sun, Jan 21, 2024
WpInfo
Fiction
Paranormal
Aya Shannon punya masalah dengan kepalanya. Meski sudah berkali-kali ke dokter, hasilnya selalu normal dan dia dikatakan baik-baik saja. Padahal gadis itu merasa bagai memakai otak setengah pakai yang di-set ulang entah oleh siapa. Suatu ketika, semua anak kelasnya melupakan tugas kimia dan hanya dia seorang yang mengingatnya. Aya sebetulnya sama sekali tidak keberatan, tentu saja. Masalahnya, kali ini dia mengerjakannya sungguh-sungguh yang tidak biasa dia lakukan setiap hari. Dengan kepalanya yang agak aneh, bukankah tidak masuk akal jika dia justru mengingatnya seorang diri? Atau ... sebenarnya sesuatu terjadi dan dia belum mengerti?
All Rights Reserved
#93
lowfantasy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄
  • When The Time Comes
  • My Girlfriend Is A Shadow
  • Behind The Smile
  • Because | ft. MARKLEE✔[ON GOING]
  • A MEMORY BETWEEN US | HARQEEL [ON GOING]
  • MY BESTIE BECOME MY MOM✅️

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines