Your Life Without Mother

Your Life Without Mother

  • WpView
    LETTURE 208
  • WpVote
    Voti 44
  • WpPart
    Parti 11
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, mag 18, 2019
Hai, ini awal pertama aku cerita disini hahaha. Ini semua cuma cerita kenyataan aku yaa, tapi tolong kendalikan emosi kalian kalo baca okeee. Happy Reading~ [PROLOG!] Tokoh: - Papa - Kakak Perempuan - Kakak Laki-laki - Aku - teman, dsb Aku adalah seorang anak berusia 14thn yg lama hidup tanpa seorang mama. Saat aku beranjak usia 2 SD mama ku meninggal karena penyakit yang di deritanya. Semenjak saat itu, hidup ku berubah dan kurang perhatian dari papa ku. Aku menjadi anak yang mandiri dan pintar bergaul, tapi keluarga ku tidak mendukung itu semua. Justru malah mengambil sisi negatif dari setiap kelakuan ku. Aku berharap mereka semua bisa mengerti keadaan ku dan membiarkan ku bergabung dengan kelakuan atau perilaku yang sering ku buat.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Juan [REVISI]
  • M E M O R Y  (On Going)
  • AIR JADI BINTANG
  • Cerita Tentang Kita
  • When A Son Lives without Father
  • Menyerah atau Bertahan?
  • A Sloppy Girl's Diary
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti