Kereta senja , hujan dan luka

Kereta senja , hujan dan luka

  • WpView
    Membaca 466
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 11
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jun 16, 2019
Setiap rintik nya ibarat luka , menitik kan perih pada nganga yang tak hendak beranjak bahkan ketika musim bergulir terasa lambat . Pepohonan layaknya berkejaran semakin menjauh , menolehkan kenangan pada sebuah luka di tengah perjalanan sebuah rasa . Aku masih disini , menanti kereta senja yang sempat membawamu pergi lalu kembali , dan terakhir tak kulihat lagi . kali ini hujan menemaniku bernyanyi sunyi
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#234
desember
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Hanya Rindu Dan Trauma
  • SEMUA KARENA HUJAN [COMPLETED]
  • Saat Dunia Fana Berskenario
  • Waktu Bagian Semesta
  • Segala Tentangmu ❝
  • HUJAN, mungkin Kamu yang Terbaik yang pernah jatuh di sore itu...
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • Sepercik Afeksi di Bulan Februari
  • Disegala Renungan

Aku hanya rindu bukan cinta hanya karena trauma ini aku tak lagi mempercayai lagi apa itu arti cinta jangan memulai dengan membawa luka lama, kembali lah dengan versi terbaik dan luka itu benar-benar kau sembuhkan dengan waktu ./ deary .. Dalam senyap malam yang kelabu, Rindu menyelinap seperti bayang, Mengisi ruang hati yang kosong, Mengusik luka yang belum sembuh. Rindu itu, seperti angin sepoi, Menyentuh lembut namun menusuk, Mengingatkan pada senyum yang hilang, Pada tawa yang kini tinggal kenangan. Trauma itu, seperti duri, Mengakar di dalam jiwa yang rapuh, Menggores setiap ingatan, Menghantui setiap detik yang berlalu. Malam-malam panjang tanpa bintang, Kusandarkan hati pada sepi, Menganyam harap di antara kelam, Berharap rindu dan trauma berakhir. Namun, rindu tak pernah lelah, Terus mengalun dalam hening, Sementara trauma tetap berbisik, Mengiringi setiap jejak langkahku. Dalam pertemuan bayang dan luka, Ku mencari cahaya di ujung jalan, Meski perih, meski berbalut duka, Aku percaya ada akhir dari rindu dan trauma.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan