Anti Luka

Anti Luka

  • WpView
    Membaca 2,242
  • WpVote
    Vote 234
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Agt 26, 2019
Banyak manusia bersuka cita saat hadirnya pelangi. Tanpa mereka tahu, bila dilihat dari sudut pandang lain pelangi hanyalah kamuflase untuk menyamarkan banyaknya kubangan air yang tergenang setelah menangisi bumi. Syifa adalah penggambaran pelangi dengan sudut pandang itu. Ia memiliki banyak warna ceria di wajahnya, namun siapa yang menyangka itu hanyalah kamuflase untuk menyamarkan hatinya yang terus berdarah? Syifa pernah benar-benar tersenyum saat Rafa ada di sisinya. Rafa yang hangat dan peduli membuat Syifa dapat melihat pelangi dari sudut yang indah. Rafa adalah warna bahagia dalam hidupnya. Tapi setelah Rafa pergi, Syifa tahu kalau bahagia tidak pernah benar-benar untuknya. Bahagia hanya omong kosong, seperti impian tanpa harapan. Syifa kembali kesepian. Lalu Arjun datang. Menawarkan warna seperti yang Rafa berikan dulu. Saat bersama Arjun, Syifa sering melihat Rafa. Bukan hanya dari diri Arjun, tapi Syifa benar-benar melihat Rafa yang memperhatikannya dari kejauhan. Apakah itu benar-benar Rafa?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#42
anti
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Transmigrated as twins
  • ALVASANDRA
  • TRANSMIGRASI BAKA!! (HIATUS)
  • Puisi Cinta [END]
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • I'm Rafkal Not Raskal !!
  • Diary Rahasia Si playgirl Ceroboh
  • TAKDIR HIDUP

Rafa dan Dava adalah dua sahabat yang sama sama aktif, toxic dan bertengkar dalam hal kecil, namun selalu kembali berbaikan setelah 3 menit kemudian. Rafa, meski punya asma, aktifnya sangat luar biasa, membuat guru jadi sakit kepala, dan tak pernah kapok meski setelahnya harus mendapatkan udara lewat masker oksigen atau inhaler. Dava pun begitu. Mereka satu hati, satu jiwa, dan selalu satu pikiran. Rafa terluka, ia ikut terluka, Rafa dihukum, ikut dihukum, Rafa sakit, ia tak ikut sakit. layaknya anak kembar. Suatu hari, kebakaran besar melanda sekolah mereka. Rafa terjebak di UKS, dan Dava, yang sudah keluar duluan, kembali ke dalam untuk menyelamatkan Rafa. tapi, ya begitulah takdir. mereka mati tertimpa reruntuhan, sebelum bisa keluar. dan Rafa, sudah lebih dulu pergi di pelukan Dava karena terlalu banyak menghirup asap yang membuat Paru paru nya terbakar. ketika terbangun... "Anjir, lo siapa? " "Gue Rafa." "bohong, muka lo gak ganteng kek gini, anjay." "lah, anjir. lo siapa sok kenal gue?! " "Dava, gue. " "bohong, Dava juga gak punya muka ganteng. yeeuuu asbun, lo." "eh anjir. gue kan dah mati, sialan! gue Rafa!" "lah iya, gue juga mati pas nolongin si Rafa! " "Sialan! jadi... " KITA PINDAH BADAN, GITU?! " Cerita baru~ suasana baru~ misi baru~ hasil pemikiran sendiriii, terlalu banyak inspirasi ampe susah tidur~ *ngobatin Papi Sapier, pake cerita si kembar baru, neh.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan