Right Mistake

Right Mistake

  • WpView
    Reads 192
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 4, 2019
Azra itu nggak ganteng. Dari skala 1 sampai 10, Lea memberikan nilai 7,2 untuk Azra. Kalau di rapor sekolahnya, nilai itu masih berada dalam rentang C. Tapi, suka pada seseorang tidak hanya berkutat pada tampang, kan? Lea itu nggak terlalu pinter. Ya, bisa dibilang standar seperti murid SMA pada umumnya. Melakukan kesalahan adalah kebiasaan buruknya. Dan kesalahan terbesar yang pernah ia lakukan adalah ... menaruh hati kepada Azra. Tapi, entah mengapa, Lea merasa bahwa hal itu adalah kesalahan paling benar yang pernah ia lakukan.
All Rights Reserved
#23
tears
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unexpected Ending
  • Epistola
  • When He Wants Me
  • The Cool & Possesive Kakel
  • Loventure [TELAH TERBIT]
  • Davidson || END
  • SLOWLY FALLING [TERSEDIA DI KUBACA]
  • MISTAKE (On Going)

[Completed] Judul awal : When You Reached Me Cantik, putih, feminim. Tiga kriteria yang menjadi tipe idaman Arza Kanaka, seorang cowok dari kelas XI IPA 1. Mendengar itu, Aneska jadi bertekad untuk berubah seperti apa yang diidam-idamkan Arza. Hal itu tentu saja ia lakukan agar cowok yang sudah lama ia sukai itu menyukainya dan kemudian mereka akan bersama-sama menjalani masa putih abu-abu dengan bahagia dan indah. Setidaknya begitulah harapan dari cewek kelas XI IPA 4 yang punya wajah berjerawat itu. Namun, harapan tinggal harapan. Karena nyatanya masa SMA nya hancur berantakan begitu saja. Dan di atas semua keterpurukan itu, seseorang menggapainya agar kembali bangkit dan melanjutkan hidup. Siapa lagi kalau bukan Divka Milantara, cowok menyebalkan yang jadi murid baru di kelasnya. "Sekarang, nggak ada yang bisa lo lakuin selain tiga hal ini. Love yourself, be yourself, dan jangan maksain diri untuk jadi standar orang-orang. Terlebih jadi standar si brengsek yang namanya Arza itu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines