Berlari Tanpa Kaki | ✓

Berlari Tanpa Kaki | ✓

Season 1 of 6
  • WpView
    Reads 7,200
  • WpVote
    Votes 1,539
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Nov 24, 2023
WpInfo
Fanfic
NCT
Menurut Hema, rasa penasaran yang memenuhi kepalanya jelas menganggu akhir-akhir ini. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah, asal bisa memenuhi kepuasan batinnya mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan perempuan bermasalah itu. Tetapi, semesta jelas tidak mau berjalan seperti yang Hema inginkan. Hema akui, berada dalam lingkup perempuan itu saja dia pun tidak ingin- awalnya. Semua itu ditangkis dengan kata 'atas dasar simpati', yah, siapapun tahu bahwa Hema bukanlah orang yang pandai berbohong. Kali ini, dengan berat hati, Hema meyakinkan diri masuk ke dalam lubang masalah yang siapapun sudah sering beritahu, hal yang seharusnya dia hindari, di sana Hema percaya. Bahwa Tuhan itu baik, karena sosok di depannya sekarang, mengenalkannya banyak arti maupun cara bagaimana melihat sudut pandang yang awalnya tidak dia mengerti. Sosok ini, Hema kenalkan sebagai kekasih yang tidak sampai.
All Rights Reserved
Series

Metanoia

  • Season 1
    23 parts
  • Pain Killers
    Season 2
    15 parts
  • Resah Bersua
    Season 3
    3 parts
  • Love The Way You Lie
    Season 4
    1 part
  • You Were Good To Me
    Season 5
    3 parts
  • Operation To Get To Your Heart
    Season 6
    1 part
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Revenge
  • BOUND BY DESIRE
  • Another Side | Lee Jeno
  • THE VELMORA || THE CROWN : SEASON 2.
  • ✓  out of the blue ♡ markhyuck
  • AURORA [ MarkHyuck ]
  • BE AMOURE - MARKHYUCK ✔️
  • F A T E |NA Jaemin|

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines