Because of you

Because of you

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 8, 2019
Jessica tidak pernah menyangka jika sahabat kecilnya menyimpan perasaan kepada dirinya, yang dia tau bahwa sahabatnya selalu mengutamakan dia dari pacar pacar nya, yang dia tau sahabatnya adalah seorang playboy. pada fakta yang ada, sahabatnya berusaha mengalihkan perasaan itu kepada kekasih kekasihnya, tapi gagal, dia selalu memutuskan kan pacar pacar nya , dan hal inilah yang membuat Jessica menganggap sahabatnya playboy Daren, hingga sekarang ia tidak bisa mengalihkan perasaan nya yang jatuh pada sahabat kecilnya itu. alih alih mengalihkan perasaannya, dia malah dianggap playboy oleh sahabatnya sendiri meskipun begitu, dia selalu merasa nyaman dengan persahabatan nya , karena dia merasa sahabatnya nya lebih mengutamakan dirinya dari kekasih sahabat nya itu. Bahkan sebagian besar putus karena lebih mementingkan Daren. tanpa mereka sadari bahwa persahabatan diantara perempuan dan laki-laki itu tidak akan pernah ada, pastinya akan ada yang disalah satu dari mereka yang akan jatuh cinta, bahkan. Keduanya akhirnya jatuh cinta. "biar gue pendam sendiri perasaan gue ke elo, gue takut kalau loe tau gue cinta ke loe, loe bakal ngejauhin gue" *Daren Alvitro* " gue nyaman sama persahabatan gue, gue mau persahabatan gue tetep utuh sampe gue tua " *Jessica Berliana*
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • YIN & YANG
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Berdamai Dengan Luka
  • Friendzone [END]
  • Fiona's Diary
  • Z A L E R A
  • Pilihan ku untuk mencintai dirimu
  • Epiphany - Lee Jeno [SELESAI-REVISI]
  • No Longer Mate
  • Late

Basket, olahraga yang paling Aksel tidak suka. tapi karena ini menyangkut masalah nilai, mau tidak mau Aksel harus ikut. "Gue jadian sama Amora." ucap Aksel saat berhadapan dengan Daren di latihan basket siang itu. "Gue tahu itu." jawab Daren ketus. "Jangan merasa kalah, karena akhirnya Amora pilih gue." lanjut Aksel . "Berisik loe." dengan sigap Daren merebut bola yang sedaritadi berada di tangan Aksel. Sudah cukup Daren kalah dalam hal memperebutkan Amora. Dan sekarang saat di tengah lapangan basket ini meskipun hanya latihan, Daren tidak mau dipandang selalu kalah lagi oleh siapapun, termasuk Aksel. Sahabat sekaligus rivalnya. Daren mendrible bola basket itu dengan lincahnya. Tiba di depan ring, Daren langsung meloncat tinggi dan memasukkan bola itu. three point untuk tim Daren. setelah berhasil memasukkan bola, Daren beserta anggota timnya yang lain kembali ke lapangan tengah. Dan lagi mata Daren dan Aksel pun saling bertemu. "Kalau bola itu aja bisa gue rebut dengan mudah, berarti gue juga masih punya kesempatan buat ngerebut Amora dari loe." ucap Daren sambil tersenyum sinis. "Amora bukan bola yang bisa gampang loe rebut kaya tadi. tapi kalau loe mau coba buat rebut dia dari gue, silahkan aja. gue gak ngelarang." Jawab Aksel gamblang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines