Story cover for PELANGI by MikiaLimercier
PELANGI
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Dec 01, 2018
Mature
Banyak yang bilang kalau Pelangi hadir untuk menghibur yang telah berduka. Pelangi ada saat hujan telah usai. Tapi pernah kah kalian sadari Pelangi ada karna hujan pun ada. Tapi mereka tak dapat bersatu. Saling membutuhkan Tapi tidak dapat memiliki.

Ya, Aku adalah Pelangi Se-usai Hujan. Meski aku tau Kami tak dapat bersama. Aku tetap saja berharap dan terus bermimpi. bolehkan aku Berharap dan ketika sudah waktunya aku akan mundur. Tolong jatuhkan aku sejatuh-jatuhnya agar aku tak lagi berharap pada Cinta seorang Manusia.


-Cinta Pelangi-
All Rights Reserved
Sign up to add PELANGI to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
DUNIA HAMPA cover
my favorit house || enhypen (Slow Update)  cover
laut yang membawanya pergi (END) ✓ cover
Pelangi Setelah Hujan cover
Pelangi Di Matamu cover
Ihope as iwish cover
Eccedentesiast | Jay Enhypen cover
Hiperbola Hati (COMPLECTED)~  cover
Pelangi untuk Hujan(on going)  cover

DUNIA HAMPA

15 parts Ongoing

Hampa, kata itu menjadi hal yang ada di benaknya setiap kali ia pulang ke 'rumah' miliknya. Tak ada niatan baginya, untuk sekedar membuat rumahnya lebih berwarna lagi. Dunianya terasa hampa, setiap kali ia ingin mengeluh. Ia kebingungan, mencari tempat untuk bersandar, dan bercerita tentang hari-harinya yang sulit. 'Rumah' miliknya memang selalu berbeda, di sana sunyi. Di sana tidak terasa seperti ada kehidupan sedikit pun, hampa. Bahkan 'rumah' yang dikatakan orang-orang sebagai tempat pulang itu, tak sama baginya. 'Rumah' yang dianggap sebagai dunia kasih sayang bagi orang-orang, juga tak sama baginya. Semuanya bohong, semua tentang dirinya. Yang katanya menjadi kebanggaan bagi semua orang, tanpa ada kekurangan. Berjuta-juta lara tak pernah absen dari dirinya, seakan-akan seperti tidak ada detik tanpa kebohongan baginya. Sampai kapan, ia harus merasakan semua kesunyian ini? Kapan, kehampaan ini akan usai? Di mana, ia bisa mengekspresikan dirinya, selayaknya remaja pada umumnya?