Indah Pada Waktunya

Indah Pada Waktunya

  • WpView
    Reads 111
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 20, 2019
Takdir itu penuh kejutan, penuh misteri dan tak tau akan perkiraannya. Takdir tidak pernah tahu apakah seseorang yang di jatuhinya itu senang atau tidak. Takdir hanya menjalankan tugas yang di berikan oleh sang maha pencipta. Jangan pernah membenci Takdir Ia tidak salah. Cobalah renungi apa yang di berikan Takdir adalah sesuatu yang di berikan Allah kepada hambanya. Skenario Allah itu tidak tertebak namun indah saatnya. " Mentari " adalah gadis yang selalu di kejutkan oleh Takdir dan Di harukan oleh skenario Allah yang indah. Sebagai manusia tentu iyah pernah berpikir Takdir itu kejam. Tetapi pikiran itu selalu ia tepis dengan perkataan " Skenario Allah itu indah pada waktunya ".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Line of Destiny
  • Takdir Cinta
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]
  • Di bawah Langit Pesantren
  • KETIKA CINTA BERTASBIH
  • Our Secret [SUDAH TERBIT]
  • My Promise To Allah [END]✓
  • Hati Yang Separuh Utuh
  • 𝐌𝐮𝐧𝐚𝐣𝐚𝐭 ✔
  • The Hidden [SUDAH TERBIT]

Yang namanya garis takdir tidak bisa dibantah. Bahkan bila tidak masuk akal sekalipun. Bila Allah berkehendak, maka tidak ada yang bisa menyangkalnya. Tak peduli sekaya apapun. Tak peduli sesukses apapun. Tugas manusia adalah menerima. Perkara ikhlas harus ada usaha. "Aku memang mencintaimu, tapi siapalah aku jika dibandingkan denganmu. Aku hanyalah si fakir 'ilmu, sedangkan kamu adalah si ahli 'ilmu " Sahila Kamalia. "Seandainya bisa, ingin ku ungkapkan pada dunia bahwa sejak kalimat qabul kuucap, kamu adalah milikku. Dan kamu tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Kita hanyalah hamba yang sama-sama memiliki kekurangan, jika aku memiliki kelebihan pada suatu hal, maka kamu pasti memiliki kelebihan pada hal yang lain. Sebab kita diciptakan untuk saling melengkapi " Muhammad Haidar Alkahfi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines