Story cover for Tentang Rasa by Dyahaputrii
Tentang Rasa
  • WpView
    Reads 700
  • WpVote
    Votes 88
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 700
  • WpVote
    Votes 88
  • WpPart
    Parts 8
Complete, First published Dec 01, 2018
Tentang Rasa 
•
Kau tahu ada hal yang lebih hebat dari sekedar jatuh cinta pada pandangan pertama 
Yaitu jatuh cinta berkali kali pada orang yang sama. -Putu 


Bodoh adalah ketika anda lebih memilih mempertahankan masalalu padahal disamping anda sudah jelas ada orang yang begitu memperjuangkan anda.-Kadek
•

Ini hanya sebuah kisah bagaimana Sang Rasa dengan mahirnya memainkan perasaan setiap insan manusia 

Yang bisa saja mengakibatkan Rasa bahagia 
Atau bahkan mengakibatkan Rasa penyesalan

Dengan alasan mempertemukan untuk menyatukan
Atau bahkan mempertemukan untuk mengajarkan arti perpisahan
•

#1-mysunshine (10-04-19)

Amazing Couple ilustration from: 
@mirasusanti916
All Rights Reserved
Sign up to add Tentang Rasa to your library and receive updates
or
#584tentangrasa
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Trust cover
G in Luv (END) cover
Nothing Special  cover
Pangeran Kelas cover
HE IS BACK ( R & J : 2 )  cover
Ketua Osis Vs Kapten Basket cover
DEVIAN [END] cover
FRIEND ZONK cover
Unplanned  cover
This Is My Dream cover

Trust

54 parts Complete

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.