KERAGUAN HATI [TAMAT]

KERAGUAN HATI [TAMAT]

  • WpView
    LECTURAS 2,474
  • WpVote
    Votos 260
  • WpPart
    Partes 52
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, mar 31, 2019
Aku tenggelam dalam kegelapan yang begitu dalam. Tiada satu orang pun yang dapat menolong aku untuk keluar dari kegelapan yang sedang kurasakan ini. Namun, ketika kau hadir dalam hidupku, diantara kita-aku pun mulai sadar kegelapan yang aku alami pelan-pelan mulai memudar. Betapa tidak, kau bisa memberiku kasih sayang dan perhatian. Memeluk diriku hingga akhirnya aku pun terlelap dalam hangatnya pelukanmu. Kau melakukan semua yang bisa membuat aku tersenyum bahagia. Tetapi, pada hari itu. Kau yang selalu aku percayai sebagai pembawa cahaya penerang kegelapan selama ini. Berhasil meregut kebahagiaan ku untuk kedua kalinya. Rasa kecewa, kebencian, dendam, semua tercampur menjadi satu, dari sanalah keraguan mulai muncul menyelimuti perasaanku. Seandainya dari awal kita tidak dipertemukan, mungkin rasa sakit ini tidak akan bertambah. #Riska Diah Putri.
Todos los derechos reservados
#325
benci
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Paradise
  • GREENSTA [END]
  • Om, Ayo Nikah!
  • Bad Boys VS pembasmi playboy [Compeleted]
  • Let Me Love You Longer
  • ZEVILYO EZYAN
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Lantunan Kalam Hati ✔
  • As Time Allows
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido