Biru Tanpa Awan

Biru Tanpa Awan

  • WpView
    Reads 531
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 25, 2019
Aku hanya ingin menjadi pejuang tujuh untukmu sambil menyesap kopi di pagi hari dan mengamati dirimu secara diam- diam. Bahkan sekadar namamu aku tak tahu karena yang kutahu kamu cowok keren yang mampu memikat hatiku. ~Awan~ Ada luka perih dalam meniti dirimu sosok yang pendiam. Entah apa tapi itu sangat menyakitkan. Apakah cintaku akan memudar perlahan seperti langit biru tanpa awan, langit biru begitu indah sehingga awan tak ingin lagi untuk sekadar menyapa keadaannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dia Kahfa (Revisi)
  • Senja Bersamamu | √
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • The Day You Left
  •  WHITE CHOCOLATE MOCHA  [selesai]
  • Awan Untuk Pelangi ( SELESAI )
  • Diary Alisa ( End )
  • Membumi(Tamat)
  • Menunggumu
  • Teman Menuju Syurga (END)

Sebelum baca jangan lupa __follow, vote dan komen__ ____Happy Reading ___ ____ Dalam proses revisi 😢 maaf kalau masih ada typo bertebaran ___ Masih tetap berjuang dan pantang mundur? Walaupun sadar harapan itu semu, sama seperti Liena sering dipanggil Lili yang mengharapkan sebuah satu kata yaitu cinta dari seorang cowok yang anti dengan yang namanya pacaran, lebih tepatnya cewek. Ets, tapi bukan homo, lho! Melainkan cowok yang begitu taat dan takut dengan yang namanya dosa. Dia Kahfa, iya Kahfa cowok yang seolah memiliki daya pikat sendiri di mata orang lain, terutama bagi Lili, dimulai saat kejadian tak terduga yang membuat Lili berani mengejar cinta Kahfa. "Ahfa mau nggak jadi pacar Lili?" tanya seorang gadis bersurai hitam "Surah Al-Isra' ayat 32," balasnya tanpa menatap gadis itu sambil melangkah pergi dari sana.. "Ahfa itu orangnya beda, beda banget malah sama cowok lain. Ahfa itu bagaikan matahari, sedangkan Lili itu bulan. Memang tidak bisa bersatu karena langit memberi jeda abadi diantara kita, tetapi sayangnya Lili tetap berharap kalau Tuhan menyatukan kita," gumam Lili sambil menerawang langit yang terlihat begitu sepi, sama seperti hatinya saat ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines