Lenetha

Lenetha

  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 10, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Cinta Itu nafsu, nafsu untuk memiliki. Ada yang pernah mencintai seseorang begitu dalam? Gue si gadis cupu pernah merasakan perasaan tabu itu, terkesan lucu memang si gadis cupu menyukai seorang kakak kelas yang namanya di kenal sepenjuru sekolah. Jangankan di lirik mungkin di ludahi lebih pantas gue dapetin. Kadang ada sedikit rasa penyesalan pernah mencintai begitu dalam, mencintainya adalah proses panjang berujung luka. Rasa yang meledak menghadirkan kebahagiaan tapi berujung luka. Gue menggigit bibirku dalam-dalam rasanya nyeri mungkin ada bagian bibirku yang terkelupas, kuusap air mataku dengan tangan kiriku. Rasa sakit ini tak ada sebanding dengan hati ini. Pelecehan ini, gue ingin mengakhirinya. Gue ambil pisau buah apel yang gue gunain pagi tadi buat ngupas, gue arahin ke nadi tangan kiri gue. Terima kasih telah memberiku luka yang tak akan bisa terobati, Micki Alvarendra Efandi. Mencintaimu adalah suatu kesalahan yang harus aku bayar seumur hidupku. Akan ku ingat setiap detail dirimu bahkan bayanganmu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary Zofanya
  • Shivviness[END]
  • Mencintai Dalam Diam
  • Nissa & Nathan (COMPLETED)
  •    My Love Is a Indigo
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • Maria Broken Heart To My Love(Slow Update)
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Dilema [COMPLETED]
  • Sour Seventeen

Setidaknya aku ingin merasa kali ini jiwaku hidup. Aku selalu menunggu sinar bulan untuk menerangi kegelapan malam ku. Aku selalu menunggu mentari datang menyapa menyambut pagi ku. Tapi sayangnya, semua itu tak pernah lagi kurasakan. Setiap hembusan nafasku, rasanya selalu mencekik di pangkal tenggorokan ku. Seolah-olah dunia memang tidak menginginkan aku untuk ada. Aku benci keadaan ini. Aku lelah. Tapi aku tak bisa menyerah untuk saat ini. "Bisakah kamu hadir hanya untuk menyembuhkan luka ini sekejap saja? aku sakit Ga" aku menekuk lutut di sudut kamar dengan air mata yang tak berhenti jatuh membasahi pipi putihnya. Jemarinya kuat mengepal, merefleksikan bahwa ia sedang sangat ketakutan. Kusematkan namamu dalam hatiku. Sejauh apapun dirimu saat ini, aku akan selalu membawamu mengabadi. Argio Devanandra. Dalam relung hatiku, aku katakan aku mencintaimu. Dari masa lalumu Zofanya Anggia Putri

More details
WpActionLinkContent Guidelines