remember it!!

remember it!!

  • WpView
    Reads 790
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing1h 18m
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 7, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
ALI EL-BARA . Kehilangan ingatan saat duduk di bangku kelas 6, disaat itu juga sahabat kecilnya-SEA-pergi meninggalkan kota Jakarta. Saat duduk di kelas 12 ada siswi baru bernama Chealsea Yarua Salvari, papa nya meminta agar ia melanjutkan sekolah nya di Jakarta, ia melanjutkan sekolah nya di jakarta bersama sahabat nya-Zahra Leoseansa- Kehadiran nya membuat Ali terus memandang mata nya yang sangat indah. Sebelum nya ia tak pernah seperti ini, dan baru pertama kali ini ia bisa dekat dengan siswi di sekolah nya. Selama ini siswi yang sering di panggil-Ghiva-Ingin membantu Ali untuk bisa bertemu sahabat nya-Sea- Ayo baca keseruan nya..Semoga menghibur terimakasih😜
All Rights Reserved
#90
ali
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama
  • Once A Time
  • BENAR UNTUKMU [C]
  • Sunda Manda [COMPLETED]
  • Aku Yang Salah [EDITING]
  • Cinta Bersemi di Dunia Lain
  • Bagaskara

Hujan jatuh di kota itu seperti benang tipis dari langit, memantulkan lampu neon yang berkedip lelah. Di persimpangan jalan, seorang lelaki berdiri dengan payung miring. Matanya mengikuti sosok perempuan yang berjalan cepat, menunduk, seolah menghindari dunia. Ia tak mengenalnya. Tapi jantungnya memukul seperti lonceng tua yang pernah ia dengar di tempat yang tak pernah ada di peta. Pasar malam di pusat kota menyala dengan warna-warna hangat, tapi suara penjualnya lenyap. Lampion bergoyang tanpa angin. Dan di sela-sela kerumunan yang tiba-tiba membeku, mata perempuan itu-mata yang sama seperti di hutan yang dulu ia tinggalkan-menatapnya. Di ujung sebuah lorong, bioskop tua berdiri sendirian. Dindingnya berlumut, pintunya berdebu, tapi dari celahnya keluar denyut cahaya yang tidak berasal dari proyektor. Pintu itu tidak ada kemarin. Dan besok, mungkin akan hilang lagi. Di rel kereta yang berkarat, cahaya asing turun seperti aurora yang tersesat. Bayangan-bayangan panjang menari di aspal, memanggil nama yang sudah lama tak diucapkan. Di sebuah gang buntu, sebuah toko buku yang tak pernah buka di siang hari menyimpan peta kota yang tidak pernah dicetak. Dan di bawah tanah, pasar gelap menjual kompas yang selalu menunjuk ke arah yang salah. Langit retak di atas jembatan. Retakannya halus, seperti kaca yang dicakar dari sisi lain. Di baliknya, bukan hanya bintang, tapi hutan dengan akar yang menjuntai, menggapai kota seperti jemari yang lapar. Di tengah semua itu, ia berdiri. Ia-yang dulu meninggalkan segalanya di hutan tak bernama-kini kembali, bukan sebagai Alea, tapi sebagai seseorang yang dipanggil Katiya. Ia tidak ingat siapa dirinya. Tidak tahu mengapa setiap langkahnya membuat kota ini makin kehilangan bentuk. Dan di ujung segalanya, ada pintu. Pintu yang tak bernama. Pintu yang hanya terbuka sekali-dan menuntut satu jiwa untuk menutupnya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines