IRIDESCENT

IRIDESCENT

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 19, 2019
Bukan sinar yang tak memihak tapi tujuan yang memihakkan sinar. Bukan hujan yang memisahkan terik namun asumsi yang membuatnya tak mampu disandingkan. Tanah dan daun berbeda namun ketika kepercayaan yang membuatnya sama apalah daya sebatas omongan yang membuat mereka sekilas tampak berbeda. Biarkan semuanya mengalir damai bagaikan senja yang tak pernah pudar keindahannya serta layaknya air dan angin yang mendamaikan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • ROMANSA KATA
  • Elementum
  • The Midnight Bride [TAMAT]
  • The Last Birthday With You
  • The Veil of the Elf Prince [ON GOING]
  • Rencana Allah lebih baik daripada rencanamu by: lianah putri dewi
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Traces in the Light
  • DENGARKANLAH

Suamiku tidak mencintaiku, saudari seayah beda ibuku ternyata seekor ular beracun, dan hidupku tidak baik-baik saja. Bahkan suami antagonis dalam sinetron murahan pun jauh lebih baik daripada suamiku yang membuatku sakit, sekarat, lalu mati. Benar-benar kurang ajar! Barangkali semesta menaruh simpati terhadapku hingga memberiku kesempatan kedua. Aku kembali ke masa sebelum terjerat pernikahan konyol dengan mertua yang sifatnya mengalahkan ibu tiri dalam serial picisan. Mengejar cinta suamiku? Humph! Mimpi! Aku tidak peduli dengan keluarga maupun suamiku. Kuputuskan meninggalkan mereka, menyepi ke pinggiran kota, dan membangun kehidupan baru yang ideal bagi orang sepertiku. Namun, memang dasar setan! Mereka masih saja mengganggu dan berharap aku akan bersedia mengorbankan kebahagiaanku demi sesuap kasih sayang semu! Sialan! Jambu! Beri aku ibu peri! Sekarang! "Mau jadi menantuku, Sayang?" Tetanggaku, seorang nenek mencurigakan yang mungkin saja penyihir, menawarkan cucunya kepadaku. Memangnya apa yang bisa kulakukan? Tentu saja menerima pernikahan tersebut! Dengan begitu mantan suami dan mantan keluarga yang berengsek itu takkan bisa menyentuhku. Jenius! "Sayang, yuhuuuuu! Aku datang!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines