Move On

Move On

  • WpView
    Reads 521
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 14, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Sean itu adik lu kan." Salah satu dari mereka menunjuk kearah ku. " Mana yang mana?" Tanya yang lain nya. "Tuh yang rambutnya pirang" ujar teman yang lain. "Ouh.. rambutnya di warnai apa asli?" Tanya teman yang lainnya. "Asli lah g*bl*k" jawab temannya. "Gila adik Lo cantik banget Sean" ujar mereka bersamaan. Sean hanya mengangguk angguk, sambil melirik ke arah ku. Sean tahu betul bahwa aku merasa risih jika dibicarakan seperti itu. "Eyey kamu di omongin sama mereka tuh" bisik Sifa dan Fira ke padaku. "Biarrin ajah. Bodo amat" ujar ku tak peduli "Ih di omongin sama banyak cogan juga. Bukannya seneng malah cemberut." Ujar Fira "Cogan Mbah mu" ujar ku
All Rights Reserved
#186
pandangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bitter Is You || ✔ ||
  • ASAVELA KIARA
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • KIARA [END]
  • MY SWEET BOY [SUDAH TERBIT}
  • Because I'm Stupid (End)
  • Antara Cinta & PR Matematika
  • My possesive boyfriend
  • Nostalgia Cinta (✓)
  • Sahabat🍂 [COMPLETED]

Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan

More details
WpActionLinkContent Guidelines