We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SIAPA DIA ?

SIAPA DIA ?

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 2, 2018
WpInfo
Poetry
Tagspuisi
Hai langit Ku ingin beritahu padamu. Ada yang ingin ku ucapkan. Tentang dia yang tak tau asalnya. Sekilas ku hanya terbayang wajahnya. Dan saat saat itu, ku tak perdulikan rasa. Sampai ku benar benar berada dititik tertentu. Ku berbaur dengan sekelompok penduduk bumi. Ku pikir ini hanya sebuah kebetulan. Ku melihat dia. Dia yang tak pernah ku tau. Sampai akhirnya. Ku dipertahankan oleh sebuah rasa yg berbeda dari sebelumnya. Rasa yang tak pernah ku tau darimana. Asalnya, begitupun dia. Langit,ku ingin bertanya padamu. Siapakah dia? Apakah dia minuman,kue,atau jajanan. Dia begitu manis. Dia begitu lembut. Dia membuat ku jatuh . Jatuh yang paling orang senangi. Membuat rasa ini semakin mengalir. Dari mata, Sampai ke rasa. Perhatiannya tak bisa ku berpaling. Mungkin ini saat pertama kalinya ku mulai membuka hati. Hati yang selama ini aku tutup rapat-rapat. Suatu hari ku mulai sadar bahwa dia tidak sendirian. Ku mulai terbang dan jatuh diwaktu yang bersamaan. Tetap saja aku masih merindukan nya. Terimakasih dunia. Kau pertemukan ku dengan dia. Dia yang tak bisa ku miliki selamanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mentarinya Sang Rembulan (Tamat)
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • TENTANGMU YANG PERNAH ADA
  • MAHESWARI  (selesai)
  • Senja Yang Tak Kembali
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG

Tinggal di satu galaksi, bersama-sama hidup di planet bumi, tidak membuatku mudah tuk mendekati sang pemilik senyum tanpa lesung pipi. Dirinya memiliki pesona yang tidak bisa aku deskprisikan. Tatapan matanya yang teduh, menyejukkan siapa saja yang dipandang. Termasuk aku. Dirinya ibarat sang penerang dunia di malam hari. Dirinya yang memiliki pesona di tengah manusia lainnya, bagaikan bulan di antara bintang yang bersinar. Dirinya adalah rembulan dengan sejuta kawan. Dirinya adalah rembulan yang membutuhkan mentari tuk bersinar. Lalu, apakah bisa tercipta cerita di antara bulan dan mentari?

More details
WpActionLinkContent Guidelines