Story cover for ARA by edelweissbutterfly
ARA
  • WpView
    Reads 3,451
  • WpVote
    Votes 229
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 3,451
  • WpVote
    Votes 229
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Dec 03, 2018
Karena meninggal nya kekasihnya yang baru saja melahirkan anaknya, membuat Arka marah ia bahkan membenci dan berpikir jika anaknya telah membunuh Ariana- kekasih dan juga ibu dari bayi perempuan yang bernama Ara.

karena alasan itulah membuat Arka pergi dari rumah meninggalkan ibu dan juga anak nya yang baru saja beberapa hari dilahirkan.

Membuat Ara tumbuh dengan tanpa kasih sayang orang tuannya, Ara kecil yang menginginkan kasih sayang orang tuannya, merindukan orang tuanya yang tak pernah ia lihat dan temui hanya dengan neneknya ia hidup.

Kejadian terpuruk membuatnya harus menjadi gadis kuat, walaupun tanpa orang tuanya


Read, vote and Comment in this My story guys....
All Rights Reserved
Sign up to add ARA to your library and receive updates
or
#70alone
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
KEENARA cover
The Found Of Love (End)  cover
CEO Sombong || End (Remake) cover
The Princess cover
Cover Me🕊️ cover
Menjadi Penengah Itu Sulit cover
Saat Semua Orang Berpaling cover
TAMARA [ TERBIT ] cover
ARABELLA [Hiatus] cover
ARIANA ( Lengkap ) cover

KEENARA

25 parts Complete

••• Sedih... Marah... Dendam... Kecewa... Sakit... Itulah yang ku rasakan saat ini ketika aku di hadapkan dengan pilihan yang sangat sulit saat mengetahui kedua orang tua ku akan bercerai, tetapi apa boleh buat aku tetap harus melewatinya walaupun akhirnya aku tidak mampu untuk memilih dan akhirnya aku memilih tinggal sendiri. Perkenalkan Namaku "Arana Artakya Revalina" kalian bisa panggil aku "Arana" Umurku 18 tahun Aku adalah anak tunggal, kedua orang tua ku utuh namun rasanya seperti tidak memiliki keluarga. hingga suatu saat pada akhirnya keluarga ku benar-benar hancur. karna mereka hanya sibuk mengurusi urusan masing-masing hingga aku terlupakan. rasa kesepian sudah menjadi sahabat bagiku aku bahkan sudah terbiasa, tidak heran jika aku menggantungkan kebahagiaan dan harapan ku pada orang lain, ya aku tau ini salah namun aku pun tidak tau cara keluar dari zona merah ini bagaimana aku sudah terlalu jauh bahkan sering kali aku hancur karna harapan yang kubuat sendiri.