Lentera Lily

Lentera Lily

  • WpView
    Reads 328
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 28, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Saat bernyanyi suaraku berubah menjadi suara katak." "Apa?!" Semua bermula ketika seorang kakek tua tiba-tiba saja memberikan sebuah lentera usang pada Lily. Namun siapa sangka jika lentera itulah yang akan merubah hidupnya nanti? Malam itu lentera miliknya tiba-tiba menyala, entah datang dari mana tapi puluhan kunang-kunang lah yang membuat lenteranya bercahaya. Saat itulah Lily menyadari hukumannya telah dimulai, ia harus menghilangkan gejala aneh yang mulai muncul pada orang-orang di sekitarnya, dengan bantuan kunang-kunang yang ia temui di gudang sekolah. "Memangnya aku dokter?" Hukuman itu adalah misi yang tampaknya mustahil, selain menyembuhkan penyakit hati orang lain, Lily harus belajar mengesampingkan kebenciannya dan mulai mengerti makna kepedulian yang sebenarnya, sambil berusaha agar tidak melanggar aturan yang membuat mulutnya terkunci. Namun mencari akar masalahnya saja tidak cukup, Lily juga harus menemukan obat penawar untuk mereka. Di tengah tantangan ini, Lily menemukan bahwa rahasia masa lalu dan rasa bersalah yang dipendam menjadi kunci untuk menyelesaikan misinya. Dengan begitu tugasnya selesai. Penasaran dengan ceritanya? Yuk, baca!
All Rights Reserved
#430
magic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me Love You Longer
  • The Miracle Of Crystals
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • mylize magic
  • MY FRIEND IS MAGIC
  • The Magic Stone: Crystalball [END]
  • ARALVI [Completed]
  • The Silent Invasion (END)
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Grow Up [COMPLETED]

Ini mengenai gadis manis yang pendiam dan gemar menari. Merahasiakan segalanya di balik senyum dan tawa ceria. Sampai pada saat rahasianya tak lagi dapat ia sembunyikan. "Gue nggak tau, sampai mana gue bisa bertahan. Tapi yang pasti, gue sayang sama lo." Bibir gadis itu tersenyum. "Andai gue bisa memilih, gue bakalan milih buat nggak kenal orang kayak lo, daripada akhirnya lo ikut menderita karena gue," sambung gadis itu. "Dan andai gue bisa memilih, Mil, gue bakalan milih buat nggak pernah terlahir daripada akhirnya gue harus nyaksiin gimana sakitnya orang yang gue sayang berjuang buat bertahan hidup." °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° JANGAN LUPA FOLLOW, GUYS!-♡ Halo, ini ceritaku yang ketiga di sini. Pastikan kalian baca sampai akhir, ya. Dan satu lagi, jika ada kesamaan nama tokoh, latar, atau apa pun dalam cerita ini, itu semua murni ketidaksengajaan. Harap dapat dimaklumi dan tidak langsung menjatuhkan. Oiya! Disclaimer aja, ceritanya lumayan singkat. So, pastiin jangan terlalu nyaman atau dighosting. Sudah cukup real life kalian dighosting, di cerita, kuharap jangan, xixi^^ Happy Reading-♡ Cover by : Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines