ME : an introvert

ME : an introvert

  • WpView
    Reads 222
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 5, 2019
Hai! Namaku Kai,aku seorang introvert. Menjadi seorang introvert itu tidaklah mudah,tapi aku tidak bisa mengubahnya selain ikuti saja arusnya tapi jangan sampai hanyut terbawa. Awalnya aku hanyalah seorang remaja biasa,sampai akhirnya aku menemukan sesuatu entah apa kata yang pantas aku deskripsi kan -Kelebihan atau bahkan suatu Bencana- Penasaran apa hal itu? Mari aku ajak kalian bermain bersamaku.
All Rights Reserved
#70
penulismuda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Are You The One Tied to Me?
  • TEMANKU SEORANG INTROVERT ✅
  • Gadis Populer & bodyguardnya
  • "Dia Adalah Obat Bagi Lukaku"
  • TERPAKSA MENIKAH DENGAN BADBOY ( ORINE )
  • 雨 (𝐡𝐮𝐣𝐚𝐧)
  • Sergio
  • The Most Love
  • Stop!! Mempermalukan ku
  • Little Princess [END]

Semua orang punya titik balik. Dalam hidup, dalam mimpi, dalam perasaan. Dan terkadang, titik balik itu hadir lewat orang yang tak kau duga, di saat yang paling tak masuk akal. Namaku Rain Anak organisasi. Perfeksionis. Rasional. Terlalu terbiasa memetakan semuanya menjadi rencana. Dan di dalam setiap rencanaku, selalu ada satu nama yang seperti gangguan: Raib. Rival paling abadi. Cermin yang paling merepotkan. Tapi juga satu-satunya orang yang benar-benar selalu menantangku. Kami saling bersaing di medan yang sama-ruang rapat, hasil evaluasi, dan perdebatan yang tidak pernah selesai Tapi semakin aku beradu dengannya, semakin aku sadar, tidak semua lawan harus dikalahkan. Kadang, mereka hanya butuh dipahami. Lalu datang Kenza. Si-Kapten basket. Bukan anak organisasi. Tapi justru itu yang membuatnya mencolok di mataku. Ia seperti jeda yang tidak pernah kuminta kepada Tuhan, tapi diam-diam kubutuhkan. Seseorang yang muncul tanpa pretensi, tapi menghadirkan pertanyaan paling sulit yang pernah kutemui: apa sebenarnya yang sedang kucari? Dalam riuhnya proposal kegiatan dan jadwal padat rapat, dalam tatap mata yang tak selesai antara aku dan Raib, dan dalam keheningan canggung bersama Kenza, aku belajar. Bahwa kadang yang paling berarti bukan siapa yang paling sering hadir, tapi siapa yang membuatmu diam dan berpikir ulang tentang dirimu sendiri. Interlinked adalah tentang benang-benang yang tak terlihat, tapi nyata. Tentang rivalitas yang tumbuh menjadi penghargaan, dan tentang perasaan yang perlahan memanggil pulang-dari tempat yang tak pernah kau sangka. Karena dalam hidup, orang-orang datang bukan hanya untuk tinggal. Ada yang datang untuk mengubahmu. Pelan-pelan. Dalam. Dan tidak terduga.

More details
WpActionLinkContent Guidelines