Guardian of The Sky

Guardian of The Sky

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 5, 2018
Jejak kegelapan yang merajai langit membuat dirinya harus memalingkan wajahnya. Terdengar helaan nafas panjang di antara desauan angin musim gugur yang menjatuhkan dedaunan tua dari batang rapuhnya. Langkah kakinya teratur menimbulkan ritme keteraturan di atas aspal gelap sehabis hujan beberapa saat lalu. Ketenangannya terganggu dengan rasa sakit dari mata kirinya yang sengaja ditutupnya dengan perban. Kelopak mata kirinya terasa basah dan cairan pekat berwarna kehitaman berbau anyir. Tubuhnya langsung jatuh terduduk dan ditekannya mata kirinya sekuat tenaga dengan kedua tangannya berharap rasa sakitnya bisa teredam. Dirinya menggigit bibirnya agar tidak sampai mengeluarkan erangan kesakitan. Para pejalan di sekitarnya hanya terus berjalan tanpa memperdulikannya seolah dirinya tak kasat mata. Dan dalam kesakitannya dilihatnya serpihan gambaran kebenaran kejatuhan Sang Langit. Seluruh penjuru dipenuhi teriakan para pesakitan. Sayap - sayap sewarna darah dan menyisakan kerangka terlepas dari punggung para malaikat. Para iblis tertawa di atas mayat - mayat manusia bahkan dilihatnya juga makhluk mitologi lainnya seperti para manusia serigala, vampire, peri, dan entah apa lagi lalu gambaran itu berganti dengan wujud seorang iblis tetapi Memilik sayap sesuci sayap para malaikat namun dengan kedua tanduk di kepalanya tengah menghunuskan pedangnya di atas seseorang. Dirinya tidak bisa melihatnya dengan jelas hanya saja dirinya melihat seseorang itu tengah menatapnya di sisa kesadarannya dan mengucapkan sesuatu tetapi tidak bisa dipahaminya setelah itu gambaran itu berakhir sebelum dirinya menyerah dan memutuskan untuk tenggelam dalam kegalapan yang sama.
All Rights Reserved
#105
angel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Midwest Princess
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • DESTINY WITH THE DEVIL II
  • Behind the Chill of the Night Wind (HIATUS)
  • Pangeran Kegelapan
  • INFERNO: The Lost Prince
  • The Miracle Of Crystals

"Dengarlah, anak-anak Crimson... tentang langit yang dulu bersinar, dan kini menangis darah. Pernah ada masa, jutaan tahun silam, saat sayap terang dan tanduk gelap bertarung di atas awan. Malaikat-pembawa harapan. Iblis-penggenggam kehancuran. Mereka menari di langit, mematahkan bintang-bintang, dan bumi menjadi panggung untuk dendam yang tak selesai. Gunung meledak, laut berubah bara, dan doa-doa jadi abu dalam perang yang tak berakhir. Tak ada pemenang, hanya dunia yang retak. Crimson-namanya lahir dari luka, warna tanahnya pun seperti hati yang pernah dicabik taring neraka. Kini... roh gentayangan mengeluh di lorong-lorong senyap, bayangan berjalan tanpa tubuh, dan sihir-ah, sihir kini lebih mirip kutukan daripada keajaiban. Tapi dengarlah baik-baik, di tengah reruntuhan dan langit yang patah, selalu ada satu cerita kecil yang berani menyalakan nyala- meski api itu kecil dan nakal, ia bisa jadi awal dari sesuatu yang lebih besar..." (Si penyair menutup matanya, tersenyum pelan. Dan angin Crimson kembali berbisik)

More details
WpActionLinkContent Guidelines