RUJUK
  • WpView
    LECTURES 260
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., déc. 3, 2018
lika liku pernikahan yang terkadang membuat seseorang memilih untuk melepaskan meski ia tahu bahwa yang dilepaskannya adalah sebagian dari jiwanya. Sehingga ketika sesuatu yang berharga itu lenyap dari genggaman, ia menyadari bahwa langkahnya bagai menapaki duri dengan taburan bara api yang menyiksa. Tapi bukankah pada akhirnya takdir Tuhanlah yang bekerja? Seperti halnya biduk rumah tangga Alya dan Dirga, keinginan untuk bersatu mereka tersekat oleh bayang-bayang yang dibawa oleh sang mertua. Sehingga perpisahan yang sempat terjadi tak bisa kembali bersama dengan mudah seperti kata rujuk yang keluar dari mulut Dirga.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Nikah Dulu, Jatuh Cinta Kemudian
  • 7th Anniversary
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Married By Agreement(TAMAT)
  • Dia yang Tertulis di Lauhul Mahfuz
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Cinta Tersembunyi-Tamat
  • Fated To Love You
  • Our Vow (End)

Pernikahan bagi Hana dan Arsyad bukanlah hasil dari kisah cinta yang indah, melainkan keputusan yang lahir dari keadaan. Mereka menikah tanpa pernah saling mencintai Arsyad menganggapnya sebagai tanggung jawab, sementara Hana menerimanya dengan keikhlasan. Hari demi hari, mereka menjalani hidup bersama di bawah satu atap, namun terasa bagai dua orang asing. Arsyad sibuk dengan pekerjaannya, sementara Hana mengisi waktunya dengan beribadah dan mengajar anak-anak mengaji. Komunikasi mereka kaku, penuh kesalahpahaman. Hana merasa diabaikan, sementara Arsyad menganggap istrinya terlalu pasif dan kaku. Namun, seiring berjalannya waktu, perlahan sesuatu berubah. Arsyad mulai memperhatikan hal-hal kecil tentang Hana kesabarannya, keikhlasannya, dan ketulusan yang ia tuangkan dalam setiap perbuatan. Di sisi lain, Hana juga mulai melihat sisi lain dari Arsyad, pria yang diam-diam selalu memastikan kebutuhannya terpenuhi. Ketika Hana jatuh sakit, Arsyad panik dan takut kehilangannya. Untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa kehadiran Hana bukan sekadar formalitas-ada sesuatu dalam dirinya yang kini tak ingin hidup tanpa wanita itu. Dan saat Arsyad menggenggam tangan Hana di depan Ka'bah, ia mengucapkan sebuah janji yang membuat istrinya menangis, "Aku ingin belajar mencintaimu dengan cara yang Allah ridai." Mereka mungkin tidak memulai pernikahan ini dengan cinta, tetapi bisakah mereka menemukannya dalam keikhlasan dan doa?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu