Story cover for SENYAP by wndsptiani
SENYAP
  • WpView
    Reads 716
  • WpVote
    Votes 187
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 716
  • WpVote
    Votes 187
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Dec 04, 2018
Kamu berhasil meluruhkan daun keringku
Iya, kamu berhasil merangkum retakan untuk kemudian jadi serpihan.
Padahal kemarin rangkai kalimat yg kamu buat berhasil buat saya merasa diinginkan
Dengan mudah tanpa lama ucapannya kamu hilangkan, kemudian buang saya jauh bukan lagi jadi pilihan.
Harusnya paham dari kemarin, tidak menoleh dengan manis sapamu tidak malah asik dengan percakapan singkat berujung pahit.
Entah marah atau benci, saya benar merasa luntur, takkan adalagi kamu disajak awalku, kisah ini ditutup pilu, yang kau paksa membisu.

Puan manis kisah tragis.
All Rights Reserved
Sign up to add SENYAP to your library and receive updates
or
#544kesempatan
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Ketika Tulisan bercerita? cover
Cerita Rein (SUDAH TERBIT) cover
Love In The Past {END} cover
AMERTA DALAM AKSARA cover
harapan yang pupus cover
someone like you cover
SEMESTAKU [Segera Terbit] cover
"Reset" cover
TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING cover

Ketika Tulisan bercerita?

4 parts Complete

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.