Love in 2011 - 2013

Love in 2011 - 2013

  • WpView
    Leituras 254
  • WpVote
    Votos 23
  • WpPart
    Capítulos 7
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, dez 16, 2018
WpInfo
Ficção
Romance
{UPDATE KOK CERITANYA. TENANG!!} [AWALNYA MUNGKIN GARING, TAPI MAKIN KESINI SERU KOK. INSYA ALLAH] :D :) Bercerita tentang kisah cinta seorang anak laki - laki yang pada saat duduk di bangku SMK kelas 2. Dia bertemu dengan seorang cewe yang sedang duduk menunggu hujan reda sambil membaca bukunya didepan ruang kelas dan dari situlah kisah cinta anak lelaki itu menjadi rumit. Berikan Komentarmu yak, atau mungkin ada saran silahkan Komen. Selamat Membaca semoga anda TERHIBUR !! :) Jangan Lupa tekan Tanda bintang atau VOTE hehe (y) Maafkan jika terdapat kata typo, penulisan yang tidak benar, dan kalimat yang aneh. dikarenakan saya pemula hehehehehe ON GOING
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Secretly Looking at You (END)
  • Your Presence_END
  • Davin
  • It HURTS
  • erreur
  • ZeiAnya
  • Pretended || Avoidant ✅
  • Because | ft. MARKLEE✔[ON GOING]
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Diana

"Ich liebe dich, Bapak Ridan." Tanpa malu, Anya mengucapkan hal itu. Ridan yang mendengarnya dibuat tertegun. Pasalnya, gadis remaja itu mengucap kata cinta padanya--guru yang memiliki perbedaan usia nyaris 20 tahun. "Dia lagi latihan buat drama, Pak," sahut Apin yang muncul dari belakang, langsung membekap dan memiting leher Anya, kemudian menyeretnya pergi. "Ada tugas dari guru Bahasa Indonesia." Pian merasa harus ikut andil untuk menghentikan tindakan Anya yang tiba-tiba itu. "Temanya ucapan kasih buat guru, sepertinya Anya salah paham sama penjelasannya. Permisi, Pak," jelas Pian yang bergegas pergi menyusul Anya dan Apin. Pipit yang berada di belakang mereka memandang Ridan dengan tajam. Ridan menghela napas, mulai lelah berurusan dengan siswa julid yang satu ini. "Kamu mau ngomong apa, Vitra?" "Makanya, Pak, cari pacar. Masa ditembak sama anak SMA," kata Pipit sebelum berlalu pergi dengan kedua tangan berada di saku celana. Ridan hanya bisa mendengkus dengan mulut terbuka. Sepertinya ia harus meninjau ulang keputusannya pindah ke SMA Merpati yang terasa seperti sebuah kesalahan.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo