My past boyfriend

My past boyfriend

  • WpView
    LETTURE 159
  • WpVote
    Voti 6
  • WpPart
    Parti 2
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, dic 9, 2018
"Lepasinn, aku udah capek sama kamu berulang kali aku bilang jangan dekati dia, aku tau dia itu masa lalu kamu tapi kamu ga bisa lihat ya aku ini siapa kamu sekarang, capek tau, biarin aku pergi" ucap Rasti sambil menangis. "Rastii dengarin gw yang Lo lihat itu bukan seperti yang Lo fikirin, dia yang ajak aku ke apartemen dengan alasan dia mau bunuh diri, dan gw datang dan gw gatau kalau bakalan seperti ini, tapi jujur gw ga sadar apa yg lagi gw lakuin saat itu" ucap basbara dengan tegas "Sudah biarin aku pergi dan jangan kejar aku, atau perlu biar aku yang bunuh diri aja biar kalian bisa lakukan seenak mungkin tanpa kehadiran aku" ucap Rasti dengan amarah yang menjadi-jadi "Rasti dengarin aku duu...." BRUKKKK "Rasssstttiiiiiiiiiii........." HAPPY READING GAES :))
Tutti i diritti riservati
#60
dilan1991
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Be Yours
  • REGRET
  • RAJAWALI
  • Legatha [END]
  • GERISA [END]
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • DRABIA [END]
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • JUST FRIEND? [REVISI]
  • Gopaniya
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti