×CERMIN×

×CERMIN×

  • WpView
    LECTURAS 258
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, dic 5, 2018
Aku melihatnya dia disana tepat didepan wajah ku, memandang dengan seringaian yang amat menyeramkan. Apa aku harus pergi? tapi mengapa tubuh ini tak berpihak pada kondisi? Baru kali ini ketakutan ku terjadi, masih dengan menatap pria di cermin itu. 👻 21+ Diharapkan untuk yg masih dibawah umur jangan membaca cerita ini. 👻 Ada unsur sadistic dan kekerasan. 👻 Don't forget to Vote baby!.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • RUMAH SINTA
  • LUCKEN
  • CREEP!!! [COMPLETED]
  • Hotel Misterius
  • Step Brother [#1 FHS]
  • Lost crazy
  • CEGILNYA BARA [END]
  • Villain From Heaven

"Kapan lagi dapat tempat creepy kaya gini" - (Ipang) "Dia ga nyanyi lagi, tapi malah seperti merintih..." - (Jon) "Dia biasa dipanggil Sinta sama orang-orang kantor. Kadang muncul di ruangan atas, kadang duduk di tangga, kadang mondar-mandir juga di sini, di pantri" - (Ucun) "Asal lu tahu, pegawai-pegawai sini memang sukanya cerita-cerita mistis, serba klenik. Yang ngga ada seolah-olah dibikin ada, seakan-akan nyata" - (Andri) "Dari awal datang ke sini memang sudah merasakan hawa yang nggak enak, nggak bersahabat. Ternyata betul perkiraan gue, rumah ini ada setannya!" - (Dedi) "Sebab aura negatif di tempat ini tidak lebih jahat dari hati orang-orangnya". Sesosok jiwa yang masih terikat jerat-jerat duniawi, membuatnya terus bergentayangan di setiap sudut ruangan. Meski bukan lagi rumahnya, ia tetap betah bersemayam di antara lalu-lalang orang-orang untuk merintih, meratapi masa lalu. Malam adalah gerbang, hening jadi mantra pengundang. Ia akan tiba. Sinta, kami biasa menyebutnya...

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido