KINA SRECH

KINA SRECH

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 8, 2018
Duniaku berubah semenjak kejadian itu, kesalah pahaman yang terjadi di keluarga kami, membuatku harus mengubur dalam-dalam rasa cintaku pada keluarga ku, yang tersisa sekarang hanya kebencian. Aku harus berjalan sendirian, tanpa di tuntun dan tanpa di pimpin, saat dimana usiaku yang baru menginjak 10 tahun. Mereka tidak mengerti dan bahkan tidak ingin mengerti, aku menangis saat melihat saudara kembar ku terjatuh, tapi orangtuaku berteriak menyuruhku menjauh, aku menangis terisak-isak saat itu. Tapi siapa yang mempedulikan ku, mereka bahkan tidak menoleh saat aku menangis. Aku yang di salahkan atas kejadian itu, saudaraku terjatuh dari lantai 2 rumah ku, tidak sadarkan diri, dan mengalami patah tulang. Aku merasa bersalah atas kejadian itu, aku lalai menjaganya, aku lebih tua walaupun kami kembar. Karena kejadian itu warna yang mewarnai hari ku berubah menjadi gelap, kelam. Aku berubah menjadi wanita yang mempunyai aura dingin, penuh misteri dan tidak bisa di jelaskan. Tapi kemudian, perlahan-lahan hari ku terwarna Karena nya, Nerdan. Cinta pertamaku untuk keluarga ku, dan aku harus mengubur rasa cinta itu dalam-dalam. Tapi apakah Nerdan mampu membuatku jatuh cinta lagi ataukah aku akan tetap menjadi seperti ini?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • His Girl 🔞
  • Hilang
  • Mengalami Lompatan Waktu dan Menjadi Orang Lain (END)
  • Jika Nanti Aku Kembali
  • ✔ Sorry Mr Perfect (Completed)
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Still The Same
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • LENGKARA

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines