Story cover for IMPOSSIBLE by t_nabilla
IMPOSSIBLE
  • WpView
    Reads 1,490
  • WpVote
    Votes 129
  • WpPart
    Parts 18
  • WpView
    Reads 1,490
  • WpVote
    Votes 129
  • WpPart
    Parts 18
Ongoing, First published Dec 05, 2018
Natasha Patricia Ernando. Siapa yang tidak tahu tentangnya? Si pemilik senyum manis yang selalu ceria dan hangat kepada orang orang, namun dibalik senyuman dan kehangatannya. Tersirat kesedihan yang begitu dalam pada mata hazelnya, kesedihan di masa lalu itu membuatnya menjadi sedikit pendiam dari biasanya. 


Hingga ia bertemu dengan seseorang yang rela menjadikan bahunya sebagai tempat untuk Natasha bersandar, bersedia mendengarkan keluh kesahnya dan bersedia untuk menghibur dirinya ketika sedih. Ia adalah Gerald Alexander Wilson, si ketua osis nya SMA Garuda. 


Tanpa mereka sadari, perasaan itu mulai ada. Entah apa itu. Intinya mereka nyaman dengan perasaan yang mereka alami saat ini. 




MY FIRST STORY
MAAF KALAU GAJE DAN GA NYAMBUNG😂❤️
All Rights Reserved
Sign up to add IMPOSSIBLE to your library and receive updates
or
#97alex
Content Guidelines
You may also like
GERALDI [SUDAH TERBIT] by withhiu
83 parts Complete
FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ^^ SUDAH TERBIT DI GLORIOUS PUBLISHER YANG MAU BELI NOVELNYA, BISA BELI DI SHOPEE YAA ^ ^ MAMPIR JUGA KE WORK 'EQUANIMITY' YUK Geraldi Fadhli Rezkiansyah, siapa yang tak mengenali cowok itu? Satu sekolah pasti sudah tahu siapa dia, bahkan guru-guru. Seorang badboy yang sering terlambat ke sekolah, jarang mengerjakan tugas, kadang membolos, hingga namanya terkenal di kalangan guru-guru. Kebut-kebutan masuk ke dalam daftar rutinitasnya. Dinginnya udara malam bagaikan tempat singgah untuk melampiaskan emosi yang merenggut diri. Mungkin ini bagian dari potongan takdir. Pertemuan, jatuh cinta, hingga rasa sakit telah digariskan oleh sang pemilik kehidupan. Akankah pertemuan itu menumbuhkan perasaan yang muncul diantara keduanya? Ataukah perasaan itu berubah menjadi debu dan hilang tak akan kembali? Karena tidak semua cerita tentang cinta harus berakhir dengan bahagia. "I'm a bad boy but I'm not a jerk!" -Geraldi Cinta itu ibarat pisau. Jika kamu tidak tahu cara menggunakannya, kamu bisa terluka. Cerita ini bukan untuk di copy paste! HIGHEST RANK #1 in fiksiremaja [02/04/2020] #1 in seniorhighschool [16/04/2020] #1 in mostwanted [16/05/2020] #1 in ceritasma [03/04/2020] #1 in badboy [25/08/2020] #1 in pacar [06/04/2020] #1 in baper [20/08/2020] #1 in boyfriend [18/04/2020] #1 in feeling [01/05/2020] #1 in feeling [08/07/2020] #1 in feeling [17/07/2020] #1 in ganteng [17/07/2020] #1 in anaksma [19/07/2020] #2 in anaksma [31/07/2020] #2 in action [25/07/2020] #2 in ceritafiksi [03/04/2020] #2 in loveproblem [10/04/2020] #3 in relationship [12/04/2020] #3 in teenfiction [26/04/2020] #5 in anaksma [17/07/2020] #8 in romance [13/04/2020] #20 in school [18/07/2020] #22 in sekolah [21/06/2020] #24 in remaja [17/07/2020] #42 in action [19/07/2020] • Ide cerita ini muncul dari kegabutan saya • Jika ada kesamaan tokoh, karakter, alur, atau tempat kejadian dengan cerita lain itu adalah unsur ketidaksengajaan • No copy p
You may also like
Slide 1 of 10
Cowok Julid cover
AKSELIO NALENDRA cover
About Love •End• cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
BADAI CAMILLA [COMPLETED] cover
Pak Denta Sarange! (On Going) cover
ARKAN cover
GERALDI [SUDAH TERBIT] cover
GASA [end] cover
STRICT cover

Cowok Julid

64 parts Complete

[Follow dulu sebelum baca] Update setiap hari! Prima Angkasa, dikenal sebagai cowok yang paling julid se-antero SMA Garuda. Hobinya mengomentari apa saja yang di matanya terasa kurang pas. Kalimat nyinyirannya begitu pedas, hingga terkadang jika tidak kuat mental akan menangis saat mendengar nyinyiran nya. Entah bagaimana ceritanya pula dia bisa terlibat hubungan pura-pura dengan kakak kelasnya sendiri, Frisli Anabella yang notabene-nya merupakan cewek bar-bar dan sering menjadi sasaran kejulidan-nya. Frisli dan Prima begitu bertolak belakang, bahkan tak jarang saling mengejek kekurangan masing-masing. Namun disitulah letak keindahan hubungan mereka. Tanpa ribut setiap hari, bahkan setiap jam, setiap menit, dan setiap detik, kehidupan mereka rasanya hambar. Se hambar rasa sayur tanpa micin.