Story cover for NOTES by sunny_cloudy_
NOTES
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Dec 05, 2018
Pernah gak sih kalian kepikiran tentang kematian? Gimana kalian nanti akan mati? Dan siapa aja yang bakal sedih atau malah bahagia? Aku lagi ngalamin sekarang. Gimana yaa posisi aku nanti pas saat akan mati? Dimana tempatnya? Sendirian atau justru banyak orang? Terus ada yang bakal sedih gak yaa?
Aku bukan anak yang baik, bisa di hitung pake jari siapa aja yang mau berteman sama aku. Jadi mungkin saat aku mati gak bakal banyak orang yang bakal kehilangan. 

Tapi entah kenapa dengan alasan yang egois aku mau orang-orang sedih karena kepergianku. Kedengarannya meyedihkan tapi untuk sekali aja dalam hidup aku atau mungkin yang terakhir kalinyaa aku mau orang-orang sadar kalau aku ada di antara mereka.
All Rights Reserved
Sign up to add NOTES to your library and receive updates
or
#158friendsandfamily
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Hopeless cover
obsesi seorang mantan pacar  cover
LUNA2 cover
ME VS PARA MANTAN  cover
M E M O R Y  (On Going) cover
DIARY HAN JI-EUN cover
[END] Thanks For Your Memories  cover
PENANTIAN CINTA cover
my devil is my love cover
Almost (COMPLETE) cover

Hopeless

31 parts Complete

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.