Muara Surga Khumaira (Terbit)

Muara Surga Khumaira (Terbit)

  • WpView
    Membaca 34,898
  • WpVote
    Vote 837
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jul 2, 2019
Benarkah cinta akan datang seiring waktu? Bukankah itu omong kosong? Semua orang bahagia akan pernikahannya, terkecuali aku, ekspektasi kehidupan indah setelah menikah hancur setelah ibu memutuskan menerima pinangan Mas Kemal. Konflik demi konflik bermunculan setelah pernikahan kami, mampukah kami bertahan, dan mampukah aku membalas cintanya? Jika tidak, mungkinkah aku bertemu dengan jodoh yang lebih baik?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#92
islamicfiction
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Rahasia di Balik Istana Pasir (END)
  • Jodoh Dari Allah [ Terbit ]
  • Three Seconds
  • Takdirku Memilihmu
  • KETIKA HATI HARUS MERELAKAN
  • Allisa✓ [Selesai]
  • WEDLOCK [END]
  • Rahasia Istri Badgirlku [ENDING]
  • With You Until Jannah √ || End

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan